Marquez Berikan Penghormatan Terakhir untuk Afridza

Afridza
Afridza

Jenazah Afridza Tiba Hari ini

SEPANG,–Balapan kedua seri Malaysia tetap berlangsung tanpa kehadiran Afridza Syach Munandar. Minute of silence berlangsung menjelang balapan. Balapan pemungkas musim ini berakhir dengan kemenangan pembalap tuan rumah, Syarifudin Azman. Sedangkan pembalap muda Indonesia Adenanta Putra finis ketiga. ”Podium ini saya persembahkan untuk sahabat saya, Afridza,” ujar Adenanta dalam rilis resmi AHRT.

Selanjutnya, nomor 4 akan dipensiunkan pada gelaran ATC di masa mendatang. Itu sebagai wujud penghormatan terakhir kepada sosok Afridza yang sebenarnya punya peluang untuk memperebutkan gelar musim ini.

Marc Marquez turut memberikan penghormatan terakhir akan kepergian Riza. “Ini menjadi hari yang emosional setelah kabar buruk buat dunia balap motor kemarin,” katanya sebagaimana dikutip Crash. Juara dunia MotoGP mengenali sosok Afridza saat berkunjung ke Indonesia. “Dia adalah talenta muda, pembalap muda dari Indonesia,” pungkasnya.

Disisi lain sebuah rumah bernomor D9 di Perumahan Tamansari Indah, Kelurahan Kersamenak, Kecamatan Kawalu, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat masih tampak ramai dengan para pelayat tadi malam. Di situlah kediaman almarhum Afridza Syach Munandar tinggal. Pembalap binaan Astra Honda Racing Team (AHRT) itu berpulang saat melakoni balapan pertama seri Malaysia Asia Talent Cup 2019 di Sirkuit Sepang, Sabtu (2/11).

Ratusan kerabat dan tetangga hadir dalam tahlilan yang berlangsung selepas Maghrib, tadi malam. Pemerintah Kota Tasikmalaya juga memberikan perhatian besar akan kepergian Riza-sapaan karib Afridza. Walikota Tasikmalaya Budi Budiman dan Kapolres Tasikmalaya AKBP Anom Karibianto turut hadir di kediaman almarhum.

Mereka bersama keluarga dan para tetangga menunggu kedatangan jenazah Riza tiba di rumah duka. Tetapi, informasi dari pihak Astra Honda Motor (AHM) menyebutkan, jenazah akan diterbangkan siang hari ini dari Kuala Lumpur dan mendarat di Jakarta. Selanjutnya, jenazah akan diberangkatkan ke Tasikmalaya dengan pengawalan kepolisian yang diperkirakan tiba Senin malam.

Putra pertama pasangan Irwan Munandar dan Ersa Maya Sriwenda itu menjadi kebanggan daerahnya. Dia sudah mengenal motor sejak usia dua tahun. Di usia empat tahun, pembalap yang meninggal pada seri dua Asia Talent Cup 2019 itu bahkan sudah ikut ambil bagian di MiniGP. ”Lalu saat kelas 2 SD, dia sudah ikut motorcross,” kata Irwan Munandar ayah almarhum sebagaimana dikutip Radar Tasikmalaya (Jawa Pos Group).

Sosok Riza cukup dekat dengan tante-tantenya. Maklum dia adalah cucu pertama di keluarga besar. Dia menjadi kesayangan dan kebanggan keluarga. Salah satunya dengan Dinar Andriyani, adik kandung ibunya. ”Di keluarga (kecilnya), Riza itu menjadi tulang punggung keluarga. Dia sosok yang baik, sabar, rendah hati, dan sayang keluarga,” ujar Dinar.

Dinar merupakan salah satu keluarga yang mendapatkan “pesan” terakhir dari Riza. Sepulang dari balapan di Jepang, Oktober lalu, tiba-tiba Dinar diminta datang ke rumahnya. “Saya di kasih oleh-oleh cokelat, Riza minta saya tidur di pangkuannya. Dia bilang capek, badannya lemas dan tubuhnya agak menggigil saat itu,” terang Dinar.

Tak berhenti sampai di situ, Riza meminta untuk dipesankan pesawat dari Bandung ke Jakarta. Maklum biasanya dia menggunakan jalur darat ke Jakarta dan bersama pembalap Indonesia lainnya terbang untuk mengikuti balapan. “Dia bilang, ini balapan terakhir Riza, nanti Riza pulang diantar naik pesawat,” lanjutnya. Rupanya pesan tersirat tersebut menjadi pesan terakhir yang dia terima. Sementara itu, Minggu pagi, Bagian forensik Rumah Sakit Besar Kuala Lumpur menggelar otopsi jenazah Riza.

Sekitar dua jam proses otopsi berlangsung. Hasilnya menyebutkan kematian Riza karena benturan keras di bagian kepala sebelah kiri. Sebagaimana diketahui, Riza terlibat kecelakaan di lap pertama, balapan pertama seri Malaysia Sabtu. Keluarga mendapatkan informasi bahwa almarhum meninggal sebelum tiba di Rumah Sakit Besar Kuala Lumpur.

Padahal di saat yang bersamaan, keluarga dan teman-temannya menggelar nobar di kediamannya. Rally Topasandi, paman Riza bahkan langsung mencari kabar setelah red flag berkibar setelah tikungan kesepuluh. “Menjelang jam 7 malam (2/11) ada telepon dari pihak Honda (AHM) kalau Riza berpulang,” katanya.

Rally belum puas, dia kembali mencari informasi pembanding lainnya. Padahal kabar tersebut datang dari AHM pihak yang menaungi balapan Riza. ”Kami keluarga akhirnya ikhlas setelah melihat rilis resmi dari MotoGP terkait meningggalnya Riza,” sebutnya. (nap/JPG)

loading...