Marquez Dalam Kepungan Rider Yamaha

 Marc Marquez

MISANO— Ducati digadang-gadang sebagai penghambat pesta Marc Marquez bersama Repsol Honda di Sirkuit Monza akhir pekan ini. Tetapi, dalam free practice (FP) 1 dan 2 kemarin (13/9) belum memperlihatkan tanda-tanda upaya tersebut.

Di saat Ducati belum bisa memberikan perlawanan, rider Yamaha malah tampil solid saat mengaspal pada hari pertama kemarin. Dalam dua sesi, rider Tim Garpu Tala silih berganti memimpin latihan bebas.
Buktinya, saat FP 1, Fabio Quartararo (Petronas Yamaha) memimpin dengan waktu tercepat 1 menit, 33,153 detik. Marquez menyusul di posisi kedua terpaut 0,376 detik. Lalu menyusul rider Monster Yamaha, Maverick Vinales di posisi ketiga.

Situasi sedikit berubah ketika sesi sore berlangsung. Giliran Vinales yang memimpin latihan bebas dengan catatan waktu 1 menit, 32,775 detik, disusul Quartararo, dan Marquez. Pada posisi ketiga-keempat juga ada Valentino Rossi (Monster Yamaha) dan Franco Morbidelli (Petronas Yamaha) yang menggenapi empat rider Yamaha di lima besar.

Kepungan rider Yamaha berpotensi kembali tersaji saat kualifikasi hari ini. Musim ini, Yamaha baru sekali naik podium pertama lewat perjuangan Vinales di GP Belanda. Kesempatan itu terbuka lebar saat balapan berlangsung di GP San Marino akhir pekan ini.
Itu sejalan dengan misi Vinales hingga akhir musim ini. Dia menargetkan bisa bertahan di papan atas

klasemen pembalap. Saat ini, Vinales masih berada di bawah Marquez, Andrea Dovizioso (Ducati), Alex Rins (Suzuki) dan Danilo Petrucci (Ducati).

Yamaha mengantongi hasil positif setelah dua hari tes di Misano bulan lalu. “Menjadi pembalap nomor satu Yamaha adalah tujuan saya. Tes di Misano sangat berguna, karena kami mencoba banyak hal, tidak hanya untuk musim depan tetap juga buat sisa musim ini,” kata Vinales sebagaimana dikutip Crash. Saat tes Agustus lalu, Vinales dan Rossi juga mencoba knalpot baru, swingarm karbon fiber dan aspek aerodinamika untuk prototipe M1.

Sementara itu, Marquez masih tampil konsisten. Performa dia bisa berlanjut saat kualifikasi hari ini. Namun pembalap Spanyol itu jatuh ke lubang dalam dua balapan terakhir. Dia kalah mengenaskan saat disalip di ditukangan terakhir. Yakni kalah dari Dovi saat GP Austria (11/8) dan kalah dari Rins di GP Inggris (25/8).

Situasi itu jelas membuatnya frustasi. Beruntung, gap 78 poin saat ini masih membuatnya leading di puncak klasemen pembalap. “Kami tidak perlu melakukan hal gila, hanya butuh melakukan yang terbaik yang kami miliki. Mencoba untuk mencapai 100 persen setiap akhir pekan dan mengambil poin menjadi yang paling penting,” beber rider 26 tahun tersebut.

Marquez punya sejarah bagus di Sirkuit San Marino. Dia sudah lima kali memenangkan balapan dalam balapan kandang buat rider Italia tersebut. Yakni sekali di kelas 125cc pada 2010 dan masing-masing, dua kemenangan di kelas Moto2 dan MotoGP. (nap)

Read Previous

Mengawal Dana Desa dari Perbatasan

Read Next

Konten Menarik Tergantung Kemampuan Bercerita

Tinggalkan Balasan

Most Popular