Masih Ada Delapan Jabatan Eselon Dua Kosong

LANTIK: Gubernur Kalbar Sutarmidji saat mengambil sumpah dan melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama, Senin (6/1). IDIL AQSA AKBARY/PONTIANAK POST

Gubernur Kalbar Lantik Enam Pejabat Eselon II

Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengambil sumpah dan melantik enam pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, Senin (6/1).

IDIL AQSA AKBARY, Pontianak

KEPALA Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kalbar Ani Sofian menjelaskan, pelantikan tersebut sesuai Keputusan Gubernur Nomor 821.22/04/BKD-B/ Tahun 2020. Enam pejabat yang dilantik yakni Mahmudah sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah, Adi Yani sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan Florentinus Anum Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.

Lalu Heronimus Hero sebagai Kepala Dinas Perkebunan, Linda Purnama sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan dan Raminuddin sebagai Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa.

Gubernur Sutarmidji mengatakan, pelantikan ini hanya pergeseran beberapa pejabat karena ada beberapa OPD baru. Seperti salah satunya Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) yang dipecah menjadi dua.

“Kepala BPKPD yang lama (Mahmudah) saya tempatkan dia lebih cocok di Pendapatan karena pengalaman, kalau pengelola keuangan kan biasa saja,” ungkapnya.

Sementara untuk Dinas Kehutanan menurutnya memang sudah lama kosong yakni hampir enam bulan. Untuk itu, karena urusan lingkungan hidup bergabung ke kehutanan maka ia memilih Adi Yani yang sebelumnya menjabat Kadis Perkim-LH menjadi Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kemudian untuk pertanian dan perkebunan dilakukan pertukaran pimpinan. Heronimus Hero yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura pindah ke Dinas Perkebunan. Sementara Florentinus Anum yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Perkebunan kini menjadi Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura.

“Supaya yang perkebunan bisa mengurangi masalah-masalah dalam masyarakat tradisional kita dalam bertani. Itu supaya mereka bisa diarahkan tidak jadi polemik lagi,” harapnya.

Midji sapaan akrabnya berharap koordinasi antara tiga dinas baik pertanian, perkebunan dan kehutanan harus lebih baik lagi ke depan. Sebab ketiganya memiliki peranan yang hampir sama.

“Nah kalau yang satunya (Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa) itu memang baru. Nah karena aset itu nanti jadi bagian saja, maka biro aset sebelumnya kan eselon II, nah kita pindah ke (biro) administrasi pembangunan,” paparnya.

Setelah ini Midji menyebut masih ada sekitar delapan pejabat eselon II yang kosong. Rencananya bakal dilaksanakan lelang jabatan pada bulan April mendatang. “April nanti kan ada pensiun Sekwan jadi sekalian April saja open bidding, supaya tidak berkali kali karena biayanya lebih efisien,” tutupnya.(*)

loading...