Masjid Rasulullah Dijadikan Ikon Keberagaman

BATU PERTAMA: Bupati Sintang, Jarot Winarno sedang melakukan prosesi peletakkan batu pertama sekaligus cor pondasi pertama dalam pembangunan Masjid Rasulullah di Kelurahan Rawa Mambok, Kecamatan Sintang, kemarin. FOTO ISTIMEWA

SINTANG-Kali ini, Bupati Sintang Jarot WInarno kembali meletakkan batu pertama untuk pembangunan Masjid Majelis Rasulullah di kawasan Tugu Jam, Kelurahan Rawa Mambok, Kecamatan Sintang, kemarin.

Masjid yang berada di kawasan poros utama ini, dinilai sangat strategis. Orang nomor satu di Senentang ini berujar, kawasan ini masuk ke dalam Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kota Sintang kawasan Industri Sungai Ringin. Dampaknya, jalan inti yang berada di perlintasan ini akan dibeton dan memudahkan mobilisasi umat muslim untuk singgah ke masjid.

“Sehingga jalan ini nantinya akan terus dibangun hingga bagus dan dibeton, dan akan menjadi tempat yang strategis. Dengan demikian masjid ini akan banyak jamaahnya tidak hanya dari jamaah Majelis Rasulullah, tetapi masyarakat pekerja di kawasan Industri, dan masyarakat sekitar masjid, bersama-sama kita memakmurkan masjid ini nantinya,” ungkapnya.

Mantan dokter di RS Sodaerso ini juga mengungkapkan, masjid ini diharapkan mampu menjadi tempat pengembangan pengetahuan agama di Kota Sintang. Apalagi, luas masjid cukup untuk menampung banyak kegiatan keagamaan.

“Untuk bangunan pokok masjid itu 13 x 14 meter, saya lihat halamannya masih sangat luas sekali. Saya harap bisa dikembangkan untuk pembangunan lain, seperti pembangunan gedung Taman Pendidikan Quran, area parkir, gedung pertemuan, bahkan bisa menjadi perluasan masjid untuk ke depannya,” tambahnya.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang untuk tiap tahunnya mengalokasikan anggaran sebanyak  Rp12 miliar hingga Rp14 miliar untuk pembangunan rumah ibadah. Dari alokasi tersebut, akan dibagikan untuk beberapa tempat ibadah untuk umat beragama di Kabupaten Sintang. Termasuk Katolik, Kristen, Protestan dan Islam.

“Dengan bantuan yang diberikan oleh Pemkab Sintang untuk pembangunan rumah ibadah, Pemda dapat berkontribusi untuk penyelesaian sarana ibadah, utamanya pembangunan rumah ibadah umat Islam agar dapat segera selesai dan dimanfaatkan,” sambung Jarot.

Sementara itu, Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Sintang, H Senen Maryono menyampaikan pembangunan masjid ini setidaknya perlu mengumpulkan sekitar Rp1 miliar dalam tahap pembangunananya.

“Untuk 1 tapak itu memiliki 4 lubang, sementara kita membutuhkan 36 tapak dengan total 144 lubang, 1 tapak itu menelan biaya 10 juta rupiah, berarti 36 tapak sekitar 360 juta rupiah untuk pembangunan pondasinya. Jika ditotalkan dengan seluruh sampai pembangunan masjid ini rampung, membutuhkan dana sekitar Rp1 miliar, yang didapatkan melalui sumbangan dari para donatur yang ada di Kabupaten Sintang,” ujarnya.

Dirinya juga berharap, kedepannya, masjid ini bisa dijadikan ikon untuk keberagaman di Kabupaten Sintang.

“Selain tempat ibadah, dilakukan untuk tempat berdzikir, bersholawat, dan juga kita gunakan sebagai ikon sentral dalam keberagaman, dan meningkatkan pembangunan secara religius di Kabupaten Sintang,” tutupnya.(fds)

loading...