Masker Kain Si Alternatif

HOW was your quarantine days? Udah mulai rindu nanyain “Bang, Kak, password WiFi-nya apa?” ke pelayan warkop nggak? Atau kangen sama bisikan all around you di bioskop? Sabar. Kondisi sedang nggak memungkinkan untuk melakukan aktivitas seperti itu, bahkan sejak 5 April lalu, Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona membuat pernyataan berdasarkan rekomendasi WHO bahwa seluruh masyarakat harus menggunakan masker.

Sayangnya, kelangkaan masker medis sudah terasa sejak awal tahun 2020. Terlebih setelah adanya pengumuman pasien positif Corona di Indonesia. Pembelian di apotek mulai dibatasi, bahkan ramai pemberitaan soal kurangnya APD atau alat pelindung diri untuk tenaga medis yang termasuk lah masker medis. Hingga akhirnya banyak yang menjual masker hanya untuk pihak rumah sakit, tenaga medis atau orang-orang yang membutuhkan.

Don’t be worry! Masker kain jadi alternatif buat Sobat Z yang terpaksa harus melakukan aktivitas di luar rumah. Ayu A. Rachmanda, salah satu pengguna masker kain ini bahkan berinisiatif sendiri membuatnya. Berhubung dengan kelangkaan masker medis dan diperuntukkan bagi yang benar-benar membutuhkan, ia bermodalkan iseng dan YouTube akhirnya mulai memproduksi dan menggunakannya untuk keperluan pribadi.

“Baru-baru ini mulai pakai masker kain, semenjak mewabah virus Corona terus iseng menjahit masker kain. Modalnya cuma YouTube sama kain sisa yang ada, lalu dibagikan ke teman-teman terdekat,” ujar Ayu.

Awalnya penggunaan masker disarankan hanya untuk tenaga medis dan orang-orang sakit. Meskipun begitu, kelangkaan dan kelonjakan harga masker tetap berjalan. So bad, dimanfaatkan juga oleh oknum-oknum menyebalkan yang menimbun masker. Masker kain menjadi pilihan paling baik saat ini. Sobat Z bisa loh mengikuti jejak Ayu untuk menjahit sendiri masker kain sesuai keinginan.

“Manfaat yang bisa dirasakan ketika buat dan pakai masker kain ini jelas lebih hemat karena penggunaannya bisa berkali-kali, habis dicuci dapat dipakai kembali. Terus bisa pilih motif sendiri sesuai keinginan, saya pilih yang lucu-lucu pokoknya. Hehe,” tambah Ayu.

Bicara soal manfaat dan efektivitas, menurut studi yang dipublikasikan dalam The Annals of Occupational Hygiene, ternyata masker kain dapat memberikan perlindungan terhadap nanopartikel, termasuklah dengan ukuran partikel yang mengandung virus dalam nafas yang kita hembuskan dan droplet yang kita keluarkan. Jadi, masih jauh lebih baik daripada tidak memakai masker sama sekali yang berisiko tertular dan meularkan virus lewat droplet. Tapi masker kain nggak disarankan bagi tenaga medis dan orang yang sedang sakit, ya! (mya)

loading...