Masyarakat Diimbau Tunda Perjalanan
Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 di Tiga Kabupaten

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar, dr Harisson.

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji selaku Ketua Satgas Penanganan Covid-19 provinsi mengeluarkan surat edaran (SE) untuk mengingatkan tiga daerah yang terjadi lonjakan kasus Covid-19. Daerah tersebut antara lain Kabupaten Sintang, Ketapang dan Sanggau. Dimana di Sintang sudah terjadi peningkatan kasus kematian atau mortality rate yang tinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson mengungkapkan, SE gubernur tersebut bertujuan untuk mengingatkan Satgas Covid-19 di tiga daerah ini agar bisa mengendalikan penularan Covid-19. “Jadi sebenarnya beberapa kabupaten yang perlu mendapatkan perhatian yaitu Kabupaten Sintang, Ketapang dan Sanggau,” ungkap Harisson kepada awak media, Senin (19/4).

Terjadi peningkatan kasus di daerah-daerah tersebut lanjut dia, seiring dengan melemahnya pelaksanaan protokol kesehatan oleh masyarakat. Untuk itu Satgas setempat diharapkan benar-benar memberikan perhatian terhadap penanganan dan peningkatan kasus Covid-19.  Dalam SE gubernur tersebut dijelaskan mengenai langkah-langkah yang harus diambil oleh Satgas Covid-19 di tiga daerah ini. Antara lain harus terus melakukan tracing dan testing baik melalui tes cepat (rapid) antigen maupun tes usap (swab) RT-PCR. “Dan ini harus dilakukan secara massal yang di tempat-tempat umum,” katanya.

Kedua Satgas kabupaten harus melaksanakan karantina atau isolasi terhadap hasil tracing dan testing di tempat-tempat umum, jika ditemukan ada warga yang positif Covid-19. Dengan ketentuan bila nilai cycle threshold (CT) di angka 25 ke bawah maka harus diisolasi di tempat yang disediakan oleh pemerintah. Sementara untuk yang nilai CT di atas 25, cukup menjalani isolasi mandiri. “Tapi harus diawasi oleh Satgas di tingkat desa, kelurahan atau kecamatan. Diawasi agar tidak keluar menyebarkan penyakitnya, virusnya,” paparnya.

Selanjutnya Satgas Covid-19 di tiga daerah tersebut juga harus melaksanakan razia penggunaan masker di tempat umum. Seperti di kafe, warung kopi dan tempat keramaian lainnya. Kemudian diminta memberhentikan pembelajaran tatap muka di sekolah bagi seluruh pelajar. “Juga harus melaksanakan work from home (WFH) itu dengan komposisi 50 persen dan melaksanakan pembatasan kegiatan masyarakat pada malam hari,” ujarnya.

Selain itu juga perlu dilakukan upaya dari Satgas Covid-19 daerah, untuk mengingatkan masyarakat agar menunda perjalanan antar kabupaten. Warga diimbau tidak melaksanakan perjalanan antar kabupaten terkecuali memang ada keperluan yang sangat mendesak.  Hal itu dilakukan dalam rangka membatasi masyarakat melakukan perjalanan. Karena dalam suatu perjalanan, risiko seseorang untuk tertular Covid-19 terutama di tiga kabupaten tersebut bakal meningkat. “Jadi sekali lagi diingatkan kepada masyarakat untuk tidak melakukan ativitas perjalanan antar kabupaten/kota dulu di Kalbar ini. Karena itu akan meningkatkan risiko tertular Covid-19,” pungkasnya. (bar)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!