Matan Jaya Digemparkan Penemuan Mayat

PENEMUAN MAYAT: Kondisi mayat saat ditemukan di dalam sungai kecil yang sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk di Desa Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Senin (7/9) lalu. POLRES FOR PONTIANAK POST

TELUK MELANO – Sosok mayat ditemukan di sebuah sungai dengan kedalaman sekitar 1 meter di Desa Matan Jaya, Kecamatan Simpang Hilir, Senin (7/9).  Saat ditemukan, kondisi mayat tersebut sudah membengkak dan mengeluarkan bau busuk.

Kapolres Kayong Utara AKBP Bambang Sukmo Wibowo membenarkan mengenai hal tersebut. Bambang mengatakan, awal mula penemuan mayat tersebut diketahu oleh warga setempat.

“Mayat ditemukan pertama kali oleh anak yang masih berumur 3,5 tahun, kemudian memberitahukan ibunya dan kemudian diberitahukan kepada warga sekitar,” terang Kapolres kepada Pontianak Post, Selasa (8/9).

Bambang menambahkan, penemuan sosok mayat tersebut diketahui pada Senin, 7 September, sekira pukul 17.00 WIB. Dengan adanya kabar tersebut Polsek Simpang Hilir langsung menuju ke lokasi penemuan mayat laki laki di sebuah sungai kecil di RT2, RW 1 Desa Matan Jaya.

“Setelah menerima informasi kemudian anggota BKO Polres Kayong Utara di PT. CMI Matan, Kasat Reskrim beserta anggota dan Kapolsek Polsek Simpang Hilir mendatangi TKP,” jelas Bambang.

Sementara, berdasarkan informasi di sekitar tempat tinggal korban, korban mengalami penyakit epilepsi yang sudah lama diderita. Bahkan, lanjut Bambang, korban pernah beberapa kali jatuh ke dalam sungai, namun masih sempat tertolong.

“Korban terakhir kali terlihat di rumahnya pada hari Sabtu, 4 September 2020, sekitar pukul 21.00 WIIB oleh tetangganya. Korban saat itu memang sedang kambuh sakit dan berlari keluar rumah, di mana warga melihat korban dari rumahnya, berjarak sekitar 300 meter dari lokasi korban ditemukan,” ungkapnya.

Bambang melanjutkan, berdasarakan hasil pemeriksaan medis di puskesmas, pada lutut kiri korban ditemukan memar yang diperkirakan akibat benturan batu di sungai. Sedangkan bagian tubuh lain, menurut dia, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Ditemukan kuku tangan mengepal pada korban, tanda tanda korban mengalami kambuh penyakitnya.  Selanjutnya pada hari Selasa, 8 September 2020 pukul 11.00 WIB korban dimakamkan oleh keluarga bersama warga di Tempat Pemakaman Umum Raja Syech Cubro dan Simpang di Desa Matan,” jelasnya. (dan)

error: Content is protected !!