Mati Suri, Perhotelan Ingin Segera Beroperasi

PONTIANAK — Sudah tiga bulan bisnis pariwisata dan perhotelan di Kalbar mati suri dihantam Covid-19. Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Provinsi Kalbar, Yuliardi Qamal berharap setelah libur Lebaran ini aktivitas hotel kembali diperbolehkan. Pasalnya selama pandemi ini, perhotelan merugi hingga merumahkan karyawan. Bahkan sebagian hotel memilih tutup total layanan pemesanan kamar maupun restoran.

“Kami harap habis Lebaran ini aktivitas jasa perhotelan dan restoran kembali normal atau diperbolehkan. Karena sekarang kondisi kami sangat terpuruk. Hampir tidak ada pemasukan” ujar Yuliardi Qamal, kemarin.

Dia juga mendukung diberlakukannya protokol yang ketat, demi hotel bisa beraktivitas normal kembali. “Kita dibolehkan untuk buka dan siap untuk menerapkan protokol kesehatan. Sehingga bisnis perhotelan dan lainnya bisa berjalan,” kata dia.

Menurutnya dengan bukanya atau normalnya aktivitas hotel maka akan mampu menggerakkan ekonomi masyarakat. Karyawan yang dirumahkan akan kembali bekerja. Kemudian bahan baku dari petani untuk restoran dan lainnya membuka pasar secara luas sehingga produk dari petani terserap.

“Bisnis perhotelan menyerap banyak tenaga kerja dan menghidupkan sektor ekonomi lainnya. Kita menyerap tenaga kerja, membeli produk hasil pertanian, UMKM dan lainnya untuk kebutuhan hotel. Dengan begitu ekonomi masyarakat dan daerah tumbuh. Kalau di Kota Pontianak, sektor perhotelan dan restoran penyumbang pendapatan asli daerah atau PAD yang besar,” katanya.

Sebagai informasi, rata-rata okupansi tiap hotel berkurang dari lima persen. Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono menyebut sudah empat hotel menutup pengoperasiannya sementara. Mereka baru akan buka kembali, jika penanganan pandemi selesai.(ars)

error: Content is protected !!