Mayoritas Warga Pernah Tertular

Langkah Cepat Pemulihan Ekonomi

PONTIANAK – -Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak melakukan langkah-langkah dalam pemulihan ekonomi guna penanganan pandemi Covid-19 serta percepatan pelaksanaan program pembangunan.

Hal itu sebagaimana yang ditekankan Presiden RI Joko Widodo pada penyerahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) dan Rincian Alokasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa tahun 2021 melalui video conference, Kamis (25/11). “Tentunya ini menjadi catatan kita untuk kesiapan OPD dalam mempersiapkan perencanaan,” ujarnya.

Menurutnya, perencanaan itu diperlukan lantaran pada tahun 2021 mendatang belum ada kepastian pandemi Covid-19 akan berakhir meskipun vaksin sudah mulai dicanangkan. Kendati demikian, untuk program-program yang sudah siap perencanaannya, misalnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta OPD lainnya, akan diproses secepat mungkin pada Desember tahun ini. “Yaitu dengan melengkapi persyaratan administrasi terlebih dahulu,” tuturnya.

Untuk proses yang dilalui menggunakan Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), Sistem Informasi Akuntansi Keuangan Daerah (SIMAKDA) dan Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP). Untuk itu perlu dimatangkan pelaksanaan lelangnya, termasuk perangkat organisasinya. “Kalau perencanaan belum ada, jadi harus lelang terlebih dahulu perencanaannya baru kemudian fisiknya,” terang Edi.

Ia menambahkan, apabila perencanaan sudah selesai maka proses lelang fisik juga lebih cepat. Proses lelang fisik semestinya tidak ada hambatan teknis, hanya tinggal kesiapan dalam kelengkapannya. “Yang agak sulit ini simultan karena perencanaan harus dilelang dulu baru fisik,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson mengungkapkan, saat ini di sekitar masyarakat sebenarnya sudah banyak orang yang terkonfirmasi Covid-19 tapi asimtomatik atau tanpa gejala. Bahkan ia berasumsi 60-70 persen warga Kalbar sudah pernah tertular Covid-19, terutama mereka yang tinggal di kota atau wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi.

“Namun kita tidak tahu siapa saja mereka (yang positif Covid-19) karena mereka tidak dilakukan atau belum melakukan testing swabs (tes usap) PCR,” ungkapnya kepada awak media, Rabu (25/11).

Harisson menjelaskan, penularan Covid-19 saat ini sebenarnya sudah mengarah ke herd immunity. Secara teori bila 80-90 persen warga sudah tertular maka akan terjadi kekebalan pada populasi masyarakat. Selanjutnya apabila telah terjadi herd immunity maka jumlah kasus perlahan-lahan akan menurun.

“Saat ini juga sebenarnya sudah mulai terjadi ‘seleksi alam’, populasi atau kelompok rentan (karena usia atau karena komorbid) yang tubuhnya tidak dapat melawan virus ini maka mereka akan meninggal atau kasusnya menjadi fatal,” katanya.

Untuk itu, ia mengingatkan agar jangan menyerah untuk membiarkan diri tertular Covid-19. Semua harus tetap menerapkan protokol kesehatan secara disiplin agar tidak tertular. “Karena bila kita tertular, walaupun kita masih berusia muda dan tidak ada komorbid belum tentu kita akan asimtomatik atau tidak ada gejala atau OTG lalu sembuh,” terangnya.

Bisa saja, lanjut dia, seseorang rentan secara genetik, sistem imun tubuhnya tidak mampu melawan virus sehinga menjadi sakit parah atau berakibat fatal. Melihat kondisi saat ini dengan tingginya risiko terjadi penularan pada tubuh semua orang, maka diimbau untuk mempersiapkan diri.

Caranya dengan meningkatkan imunitas tubuh, menjaga kebugaran dengan cara makan makanan yang bergizi, perbanyak makan sayur dan buah, olahraga secara teratur, berjemur matahari pagi, istirahat yang cukup dan berusaha hidup lebih rileks atau tidak stres. Sementara bagi orang yang mempunyai komorbid, agar rutin konsultasi ke dokter atau tenaga kesehatan sehingga penyakit komorbidnya terkontrol.

“Selalu menjaga atau meningkatkan imun atau kebugaran adalah sebagai persiapan bila nanti kita tertular maka keadaan kita tidak menjadi parah dan diharapkan dapat segera pulih atau virusnya segera hilang dari tubuh kita,” pungkasnya.

Seperti diketahui dari data terakhir perkembangan kasus Covid-19 di Kalbar per 24 November 2020, total kasus konfirmasi Covid-19 telah mencapai angka 2.288 orang. Sedangkan kasus yang telah dinyatakan sembuh sebanyak 1.733 orang atau 75,74 persen dan 22 orang meninggal dunia.(bar/iza)

error: Content is protected !!