Melalui Olahraga, Bupati Sapa Warga

TENDANG BOLA: Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili menendang bola saat laga eksebisi di Desa Sarang Burung Danau. FAHROZI/PONTIANAK POST

Dengar Curhatan, Tindaklanjuti Aspirasi

SAMBAS – Di tengah kesibukan menjalankan roda pemerintahan, Bupati Sambas H Atbah Romin Suhaili Lc MH tetap menjaga kebugaran dengan aktif berolahraga. Sepak bola, tenis, dan badminton menjadi bidang olahraga yang kerap dilakukan.

Atbah dikenal sering mengikuti kegiatan olahraga dan berolahraga bersama masyarakat hingga ke kampung-kampung. Turnamen antar RT, desa hingga kecamatan, terutama sepak bola didatangi. Bahkan menerima undangan dari panitia untuk bermain dalam laga eksebisi.

Tak sekadar hadir di kegiatan olah raga yang dilaksanakan, ternyata orang nomor satu di Kabupaten Sambas ini, memanfaatkan ajang tersebut untuk dengarkan curhatan warga, terima aspirasi yang selanjutnya ditindaklanjuti.

Mulai dari harga karet dan lada yang rendah, harga sawit ditingkat petani, hingga keinginan warga berkenaan infrastruktur. Sebagai kepala daerah, dirinya pun meneruskan informasi tersebut ke dinas terkait di jajarannya jika itu urusan Pemkab Sambas. Kalau itu ranah provinsi diteruskan ke Pemprov Kalbar. Bahkan tak tanggung tanggung, jika itu ranah pemerintah pusat. Disampaikan langsung ke Presiden maupun kementerian terkait.

Misalnya, mendengar harga karet dan lada di tingkat petani yang rendah, Atbah langsung mengirim surat ke kementerian terkait. “Saya sudah mengirim surat ke Kementerian terkait, ini menyikapi keluhan masyarakat terhadap rendahnya harga sejumlah komoditas perkebunan di Kabupaten Sambas,” kata Atbah.

Surat tersebut sudah dikirimkan pada Agustus 2019 lalu, dan belum lama ini sudah mendapatkan jawaban dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan. Dalam surat yang disampaikan Bupati Sambas, menyikapi dan menindaklanjuti kondisi keresahan masyarakat atas menurunnya harga jual beberapa komoditi perkebunan ditingkat petani di Kabupaten Sambas. D imana Sambas adalah kabupaten berbatasan langsung dengan negara Malaysia yang mayoritas penduduknya adalah petani, sehingga komoditi perkebunan menjadi produk unggulan daerah, seperti karet, lada, dan kelapa sawit.

Atas surat Bupati Sambas tersebut, Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan menanggapinya. Ada beberapa poin disampaikan pihak kementerian, di antaranya hasil perkebunan seperti lada, karet dan kelapa sawit saat ini sebagian besar diekspor ke pasar internasional dan masih didominasi produk primer terutama lada dan karet. Kondisi tersebut mengakibatkan fluktuasi harga komoditas di pasar dunia akan cepat berdampak lebih lanjut pada harga komoditi ditingkat petani. Harga komoditi di tingkat petani juga dipengaruhi mutu produk dan panjangnya rantai pemasaran.

Pemerintah berupaya meningkatkan mutu nilai tambah produk serta menguatkan posisi tawar petani, melalui pembentukan kelembagaan pekebun seperti Unit Pengelolaan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Bahan olah karet (BOKAR) yang dihasilkan UPPB memiliki mutu yang seragam dengan standar kadar karet kering (K3) sesuai dengan permintaan pabrik crumb rubber.

Untuk kelapa sawit, sesuai dengan amanah Permentan Nomor 01 Tahun 2018, pekebun swadaya perlu didorong untuk membentuk kelembagaan pekebun dan bermitra dengan pabrik kelapa sawit.

Kemitraan ini juga akan mendorong pekebun untuk menghasilkan tandan buah segar (TBS) sawit sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam Permentan. Untuk itu perlu peran aktif pemerintah daerah sebagai pemberi izin usaha perkebunan sawit dalam membina dan mengawasi kewajiban perusahaan untuk membentuk koperasi atau kelembagaan pekebun sawit.

Begitu juga masalah infrastruktur, terutama di wilayah perbatasan berkenaan dengan listrik dan sinyal. Atbah langsung berkirim surat ke Presiden RI, Joko Widodo terkait dengan peningkatan kapasitas dan usulan penambahan jaringan listrik dan telepon seluler di wilayah Temajuk Kecamatan Paloh Kabupaten Sambas. Dalam surat yang ditembuskan ke Menteri ESDM, Menkominfo, Menteri BUMN, Dirut PT PLN, Gubernur Kalbar, Ketua DPRD Kalbar dan Ketua DPRD Kabupaten Sambas tersebut, disampaikan jika Kabupaten Sambas merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia baik batas darat maupun lautan.

Kecamatan Paloh, khususnya di Desa Temajuk yang merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, masih sangat perlu dukungan penuh pembangunan, mulai dari infrastruktur jalan, bangunan hingga kelistrikan. Terlebih, Temajuk sudah menjadi daya tarik wisatawan lokal hingga mancanegara. Hingga saat ini, Temajuk masih mengandalkan penerangan yang didominasi tenaga surya. Surat tersebut juga diharapkan Presiden bisa mempercepat pengadaan listrik di sejumlah dusun yang belum juga teraliri listrik PLN. (fah)

 

 

error: Content is protected !!