Midji Khawatir Pontianak, KKU dan Mempawah
Melawi Keluar Zona Merah

Ilustrasi pasien virus Korona (Erie Dini/Jaw Pos)

PONTIANAK – Pemerintah merilis data terbaru mengenai kategori risiko kenaikan kasus Covid-19 kabupaten/kota se-Kalimantan Barat (Kalbar) per Minggu (6/6). Dimana Kabupaten Melawi berhasil keluar dari zona minggu lalu di zona merah atau zona risiko tinggi, ke zona orange atau zona risiko sedang.

Sementara itu masih ada lima daerah lainnya yang juga masuk di zona risiko sedang yakni Kota Pontianak, Kabupaten Sambas, Kabupaten Sekadau, Kabupaten Kayong Utara (KKU) dan Kabupaten Landak. Sementara enam daerah sisanya berada di zona kuning atau zona risiko rendah.

“Sudah turun Melawi (dari zona merah ke orange). Saya khawatir Pontianak dan KKU serta Mempawah,” ungkap Gubernur Kalbar Sutarmidji, Senin (7/6).

Midji yang juga Ketua Satgas penanganan Covid-19 Kalbar itu mengimbau kepada seluruh kepala daerah kabupaten/kota agar serius menangani Covid-19. Jika tidak ditangani dengan baik ia khawatir pemerintah daerah nantinya bakal kewalahan. “Sementara hentikan dulu semua kegiatan yang bisa hadirkan banyak orang,” katanya.

Selaku gubernur untuk jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) dirinya bakal mengambil kebijakan untuk mengurangi aktivitas yang bisa mendatangkan banyak orang. Termasuk mengurangi dan melarang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk pergi ke daerah-daerah tertentu. Kebijakan tersebut menurutnya akan mulai diberlakukan efektif pada 10 Juni 2021 mendatang.

“Bandara juga akan diperketat, penumpang akan di-swab (tes usap) acak, bahkan Suket  (surat keterangan) PCR yang tidak ber-barcode akan di-swab dan kalau positif yang bersangkutan akan disanksi dan diisolasi,” pungkasnya.

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson menambahkan soal perkembangan kasus Covid-19 di Kalbar. Dimana ada 102 kasus baru dari data harian, Senin (7/7). Tiga daerah penyumbang kasus harian terbanyak antara lain Kota Pontianak sebanyak 22 kasus konfirmasi (positif) Covid-19, Kabupaten Ketapang sebanyak 24 kasus dan Kabupaten Bengkayang sebanyak 20 kasus.

Selain kasus baru juga terdapat 109 kasus sembuh se-Kalbar dan dua kasus meninggal dunia. Untuk kasus meninggal dunia satu merupakan warga Kota Pontianak dan satu warga Kabupaten Kayong Utara. Sedangkan untuk kasus aktif masih ada sebanyak 667 orang se-Kalbar. Tiga daerah dengan kasus aktif terbanyak yakni Kota Pontianak dengan jumlah 162 orang, Kabupaten Landak 82 orang dan Kabupaten Melawi 81 orang.

“Dengan demikian persentase kumulatif kasus konfirmasi, sembuh dan meninggal per 7 Juni 2021 di Kalbar ada sebanyak 11.504 kasus, 10.729 atau 93,26 persen di antaranya telah dinyatakan sembuh, kasus aktif 667 dan meninggal dunia 108 orang atau 0,94 persen,” pungkasnya.

Vaksinasi Petugas Publik

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat Harisson mengatakan capaian vaksinasi Covid-19 tahap satu untuk petugas publik di Kalbar sampai dengan 6 Juni 2021 tercatat 40,06 persen dari total sasaran 291.654 orang.

“Sampai hari ini, capaian vaksinasi Covid-19 untuk tenaga publik tahap satu baru tercapai 40,06 persen, sedangkan untuk tahap dua 29,57 persen,” kata dia di Pontianak, Minggu.

Dia meminta semua pemerintah kabupaten/kota di provinsi itu untuk segera mempercepat capaian vaksinasi Covid-19. “Mengenai ketersediaan vaksin, itu sudah di tetapkan oleh Kementerian Kesehatan, sehingga ini sebenarnya tidak ada masalah,” tuturnya.

Capaian vaksinasi tersebut, Kota Pontianak dengan sasaran 38.984 orang yang sudah divaksin pada tahap pertama 35.551 orang dan tahap kedua 25.438 orang, Kabupaten Kubu Raya sasaran 32.936 orang yang sudah divaksin tahap pertama 13.397 orang dan tahap kedua 9.310 orang, Kabupaten Mempawah sasaran 15.124 orang yang sudah divaksin tahap pertama 3.221 orang dan tahap kedua 2.554 orang, Kota Singkawang sasaran 12.720 orang yang sudah divaksin tahap pertama 8.209 orang dan tahap kedua 5.965 orang.

Kabupaten Sambas sasaran 30.612 orang yang sudah divaksin tahap pertama 10.469 orang dan tahap kedua 2.864 orang, Kabupaten Bengkayang sasaran 14.032 orang yang sudah divaksin tahap pertama 3.642 orang dan tahap kedua 2.864 orang, Kabupaten Landak sasaran 20.772 orang yang sudah divaksin tahap pertama 4.925 orang dan tahap kedua 3.831 orang.

Kabupaten Landak sasaran 20.772 orang yang sudah divaksin tahap pertama 4.925 orang dan tahap kedua 3.831 orang, Kabupaten Sanggau sasaran 27.678 orang yang sudah divaksin tahap pertama 6.240 orang dan tahap kedua 5.505 orang, Kabupaten Sekadau sasaran 11.657 orang yang divaksin tahap pertama 2.941 orang dan tahap kedua 2.344 orang, Kabupaten Sintang sasaran 23.766 orang yang sudah divaksin tahap pertama 8.188 orang dan tahap kedua 5.586 orang.

Kabupaten Kapuas Hulu sasaran 15.348 orang yang sudah divaksin tahap pertama 3.890 orang dan tahap kedua 2.948 orang, Kabupaten Melawi sasaran 12.016 orang yang sudah divaksin tahap pertama 3.571 orang dan tahap kedua 3.275 orang.

Kabupaten Ketapang sasaran 29.701 orang yang sudah divaksin tahap pertama 10.711 orang dan tahap kedua 7.133 orang, Kabupaten Kayong Utara sasaran 2.015 orang yang sudah divaksin tahap pertama 8.188 orang dan tahap kedua 1.515 orang.

“Mengingat sampai saat ini masih banyak daerah yang belum memenuhi target vaksinasinya, diharapkan ini bisa dipercepat agar capaian vaksinasi kita bisa segera terpenuhi,” tuturnya. (bar/ant)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!