Melek Finansial Bikin Hidup Lebih Mudah

MELEK finansial akan membantu seseorang mengatur rencana keuangan dengan baik serta sangat berguna untuk kehidupan dan masa depan. Memahami persoalan keuangan dapat menghindarkan seseorang dari risiko-risiko fatal yang sewaktu-waktu dapat menimpa. Kegagalan mengelola finansial akan menciptakan persoalan yang memiliki pengaruh bagi keberlangsungan hidup dan masa depan.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Kebanyakan orang memiliki perencanaan keuangan sendiri. Berbagai macam cara dilakukan untuk mengatur pemasukan dan pengeluaran yang telah direncanakan tersebut. Seseorang membutuhkan pengetahuan dan kemampuan yang mumpuni untuk melakukan pengelolaan keuangan dengan baik.

Perencanaan dan penerapan keuangan yang tepat akan memberikan dampak positif, baik untuk masa kini maupun yang akan datang. Oleh karena itu, penting bagi seseorang untuk melek finansial supaya memiliki kemampuan mengambil keputusan berkaitan dengan pengaturan keuangannya.

Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islami (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN)  Pontianak Ari Widiati, MM, menjelaskan melek finansial adalah pemahaman seseorang untuk dapat mengatur keuangan pribadi. Siapa pun, baik itu generasi milenial hingga ibu rumah tangga, harus melek finansial.

Ari menuturkan pada dasarnya melek finansial untuk generasi milenial dan ibu rumah tangga sama yakni dapat mengatur penghasilan dan pengeluaran dengan baik.

Mereka harus bisa mengatur penghasilan dan pengeluaran, sehingga dapat menabung dan berinvestasi untuk memperoleh keuntungan dan ketenangan di hari tua.

Menurut Ari, yang penting lagi adalah mengubah cara berpikir, yakni lebih mengutamakan kebutuhan daripada keinginan.

“Yakni, dengan membedakan mana yang menjadi kebutuhan dan keinginan,” katanya.

Menurut Ari, sangat penting  mengelompokkan dan mencatat setiap pemasukan dan pengeluaran, baik yang bersifat harian, mingguan, bulanan, dan untuk rencana masa depan.
Pencatatan bisa saja dilakukan di buku. Namun, di era digital seperti sekarang ini  terasa lebih fleksibel mencatat di telepon pintar atau smartphone.

“Karena lebih mudah penggunaannya,” tutur Ari.

Menurut Ari, dampak buruk bisa terjadi bila seseorang tidak melek finansial.  Dia mencontohkan, pengeluaran menjadi tidak terkendali, utang, kredit macet, dan kerugian dalam investasi. Karena itu, mereka harus menggunakan fasilitas termasuk di internet dengan sebaik-baiknya khususnya saat berbelanja di e-commerce, dan sistem pembayaran digital atau online.

Ari mengungkapkan tidak ada kata terlambat untuk melek finansial, termasuk bagi yang baru menyadarinya saat pandemi Covid-19 melanda.

Menurut Ari, seseorang tetap bisa memulai menyusun anggarannya. Salah satunya, mengalokasikan pemasukan dan pengeluaran sesuai rencana keuangan yang sudah dibuat.

Selain itu, dapat pula mengendalikan pengeluaran, dalam hal ini keinginan untuk berbelanja. Mereka juga harus menyiapkan dana cadangan untuk kebutuhan tidak terduga. Pemasukan dan pengeluaran harus disesuaikan dengan penghasilan yang diperoleh.

“Tentunya, disesuaikan dengan penghasilan yang diperoleh. Karena ada juga perusahaan yang terkena dampak Covid-19 sehingga mengurangi penghasilan karyawannya,” pungkasnya.**

 

error: Content is protected !!