Melestarikan Ritual Mandi Wi Shi Shui di Sungai Pinyuh

MANDI: Suasana Kemeriahan Ritual Mandi Wi Shi Shui di Sungai Pinyuh

Diyakini Membawa Keselamatan dan Keberuntungan

Ratusan warga Tionghoa di Kecamatan Sungai Pinyuh mengikuti ritual mandi Wi Shi Shui, Kamis (25/6). Ritual yang dilakukan setiap tanggal 5 bulan 5 penanggalan Imlek itu diyakini bisa membuang kesialan dan mendapatkan keberuntungan. 

WAHYU ISMIR, Sungai Pinyuh

“Ritual mandi Wi Shi Shui ini sudah menjadi tradisi turun temurun sejak nenek moyang. Waktunya dimulai pada pukul 11.00 WIB-13.00 WIB,” terang Tokoh Masyarakat Tionghoa Sungai Pinyuh, Hermawan Lim.

Hermawan menjelaskan, ritual mandi Wi Shi Shui diyakini dapat memberikan keselamatan dan keberuntungan, serta menjauhkan masyarakat dari marabahaya dan bencana.  “Maknanya dipercaya memberikan keselamatan dan keberuntungan kepada masyarakat. Istilahnya seperti tolak bala,” ucapnya.

Namun, dia mengakui beberapa tahun belakangan ini antusias masyarakat mengikuti ritual mandi Wi Shi Shui semakin minim. Tak banyak masyarakat yang turun ke sungai untuk melaksanakan ritual mandi Wi Shi Shui.  “Beberapa tahun ini, saya lihat sudah semakin berkurang orang yang mengikuti tradisi mandi di sungai. Karena, area sungai sudah berkurang akibat semakin pesatnya pembangunan,” ujarnya berpendapat.

Karena itu, Hermawan mencoba membangkitkan kembali semangat masyarakat untuk mengikuti ritual mandi Wi Shi Shui. Caranya dengan melibatkan petugas Badan Pemadam Api Sungai Pinyuh (BPA-SP) untuk menyemprotkan air ke arah warga yang sedang mandi.

“Supaya masyarakat merasa ada hiburan dan tertarik untuk turun ke sungai dan mengikuti ritual mandi Wi Shi Shui. Ini merupakan upaya kita untuk melestarikan tradisi nenek moyang agar tidak hilang ditelan zaman,” harapnya.

Menurut Hermawan, pada masa dirinya kecil dulu ritual mandi Wi Shi Shui sangat ramai diikuti masyarakat Tionghoa di Sungai Pinyuh. Bahkan, tak sekedar mandi melainkan juga meminum air sungai yang dipercaya dapat membawa keberuntungan dan keselamatan.

“Kalau dulu sewaktu saya kecil, biasanya air sungai ini diambil dan dibawa pulang. Bahkan, saya sering minum langsung di sungai,” kenangnya.

Kedepan, dia berharap ritual mandi Wi Shi Shui dapat terus dilestarikan di masyarakat. Agar, tradisi tersebut dapat terus dilanjutkan secara turun temurun ditiap generasi.  “Mudah-mudahan di tahun-tahun mendatang bisa semakin ramai warga yang berpartisipasi memeriahkan ritual mandi Wi Shi Shui di Sungai Pinyuh,” pungkasnya. (wah)