Melihat Gelar Festival Ngamping Bungas Setaon

NGAMPING: Festival Ngamping yang digelar di Sejangkung, kabupaten Sambas. Sebagai rasa syukur atar keberhasilan panen. Biasanya digelar saat bulan purnama. OZY/PONTIANAKPOST

Mengenalkan ke Publik, Ajang Promosi Daerah Wisata

Mengamping adalah tradisi masyarakat Sambas yang diwariskan secara turun temurun. Kegiatan ini adalah wujud syukur kepada Maha Pencipta yang telah memberikan panen yang berlimpah. Kegiatan ini dilakukan saat padi yang baru bernas, mulai menguning. Dilaksanakan malam hari, saat bulan purnama.

Fahrozy Achmad, SEJANGKUNG

DESA Piantus Kecamatan Sejangkung menggelar Festival Ngamping Bungas Setaon. Festival ini digulirkan di objek wisata Bukit Piantus, Kamis (29/8) pagi. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya melestarikan budaya serta mendorong meningkatnya kunjungan wisata.

Mengamping adalah tradisi masyarakat Sambas yang diwariskan secara turun temurun. Pada zaman dulu, kegiatan ini adalah wujud syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan rezeki berupa hasil pertanian yang melimpah. Kegiatan ini dilakukan pada saat padi yang baru menguning dan dilaksanakan pada malam hari dibulan purnama.

Proses mengamping yaitu dimulai dengan padi yang sudah ada, direndam dalam air dan kemudian di utuskan sehingga kering. Selanjutnya di oseng atau di aruk sampai sudah ada tanda-tanda padi yang pecah kemudian angkat di masukkan dalam lesung dan ditumbuk. Sesudah itu dipindah kedalam nyiru atau alat yang digunakan untuk proses penyaringan. Alat yang digunakan dalam mengamping yaitu lesung, aluk, nyiru kelapa, gula merah atau pasir.

Kegiatan in dihadiri Wakil Bupati Sambas, Hj Hairiah SH MH, Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Misni Safari, Dinas Parawisata Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Sambas, Ketua MABM Kabupaten Sambas, Sekcam Sejangkung, Staf Ahli 3 Bupati Sambas, Kapolsek Sejangkung, Kepala Desa serta staf-staf lainnya.

“Kegiatan pertama festival yang diadakan di Sambas dan yang kedua kalinya diadakan di Kecamatan Sejangkung. Ini adalah suatu kegiatan yang sangat positif dan bagus sekali, karena mengangkat kehidupan keseharian dalam budaya yang perlu dijaga,” kata Wakil Bupati Sambas.

Wakil Ketua DPRD Sambas mengapresiasi, lantaran Ngamping adalah budaya Sambas yang harus dilestarikan dan banyak mengandung nilai-nilai diantaranya kerja sama. Kegiatan ini perlu untuk ditingkatkan lagi kegiatannya dan perlu untuk dikembangkan.

Kegaiatan Festival Ngamping diadakan di Bukit Piantus dengan tujuan agar objek wisata di KEcamatan Sejangkung ini lebih dikenal.Objek wisata ini, berjarak sekitar 3 kilometer dari poros jalan antar Negara.
Kegiatan diikuti oleh 65 kelompok dari berbagai kecamatan, diantaranya Kecamatan Sejangkung, Sajad, Sambas, Tebas, Semparuk, Pemangkat, Paloh, Teluk Keramat, Tangaran, serta kecamatan Galing.
Kepada Desa (PJ) Kusna MD mengatakan diharapkan melalui kegiatan ini, Piantus bisa lebih banyak dikunjungi wisatawan. Lantaran selain bukit ini, Piantus juga memiliki kerajinan masyarakat berupa ayaman rotan.(*)

Read Previous

Isak Tangis Sambut Jamaah Haji Sanggau

Read Next

Puluhan Kendaraan Terjaring Operasi Patuh Kapuas 2019

Tinggalkan Balasan

Most Popular