Melihat Pelayanan KB MKJP di Ekor Borneo

KB: KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) gratis diberikan BKKBN Kalbar bagi masyarakat di Dusun Camar Bulan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. MIRZA A MUIN/PONTIANAKPOST

Penggunaan di Perbatasan Semakin Meningkat

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Kalbar memberikan pelayanan KB MKJP gratis di ekor borneo barat, daerah perbatasan Indonesia-Malaysia, tepatnya di Dusun Camar Bulan, Sambas. Tingginya kepesertaan masyarakat menggunakan KB di daerah perbatasan menandakan bahwa kesadaran masyarakat tentang perencanaan KB semakin membaik

Mirza Ahmad Muin, Camar Bulan

PELAYANAN KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) gratis diberikan BKKBN Kalbar bagi masyarakat di Dusun Camar Bulan, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas. Diberikannya pelayanan tersebut sekaligus bertepatan dengan puncak kegiatan bhakti sosial dan karya bhakti HUT Kodam XXI Tanjungpura ke 61, Rabu (17/7). Sasarannya adalah masyarakat yang tinggal di ekor borneo, perbatasan antara negara Indonesia dan Malaysia.

Pantauan Pontianak Post, sejak pagi pendaftaran dibuka, satu persatu calon pengguna kontrasepsi jenis ayudi dan implan mulai datang menyemuti lapangan bola Dusun Camar Bulan.

Dengan menggendong anak, Malini, ibu berusia 23 tahun itu mendapat urutan enam pendaftaran pelayanan KB. Tujuan dia ke sana kali ini ingin mengganti metode kontrasepsi suntik menjadi implan.

“Saya ber KB untuk mengatur jarak kelahiran anak. Sebelumnya saya menggunakan suntik. Namun kali ini saya mau berpindah ke implan,” jelasnya.

Sama seperti Malini, Iin ibu tiga anak yang sudah menikah sejak umur 14 tahun juga ingin menggunakan KB.

“Informasi pelayanan KB gratis saya ketahui dari warga. Ini baru kali pertama saya menggunakan alat kontrasepsi. Saya memilih implan karena lebih lama. Itupun atas saran suami juga,” ungkapnya.

Memiliki tiga anak dengan usia tertua 13 tahun, ke dua 10 tahun dan yang kecil hampir dua bulan sudah cukup baginya. Rencananya melalui program KB penundaan kelahiran anak bersama suamipun akan dilakukan.

Kader Posyandu Balita Dusun Camar Bulan, Alisa menuturkan bahwa pengetahuan masyarakat sekitar tentang program Keluarga Berencana saat ini jauh lebih baik.

Itu bisa dilihat dari menjaga jarak kelahiran yang dilakukan oleh warga setempat. Selain masyarakat sini, layanan kontrasepsi di Camar Bulan juga sering digunakan oleh warga Malaysia. “Dulu waktu akses ke Sematan Malaysia susah, mereka (warga Malaysia) sering ke sini untuk memasang KB,” ungkapnya.
Tapi semenjak akses jalan sudah bagus, warga Malaysia yang memasang KB ke sini sudah mulai jarang. Meski begitu untuk berobat seperti demam dan fulu, Puskesmas ini masih menjadi rujukan warga Malaysia.

“Kepesertaan masyarakat untuk ber KB, di Dusun Camar Bulan sudah bagus. Itu saya ketahui saat program pendataan kesehatan masyarakat dari masing-masing warga belum lama ini,” kata petugas bidan Puskesmas Temajuk, Kabupaten Sambas, Umi Nasuha.

Selain pemasangan KB, dirinya yang baru di tempatkan tugas di sana sejak empat bulan lalu, selalu melakukan sosialisasi penggunaan alat kontrasepsi bagi keluarga. Tujuannya, selain dapat mengatur jarak kehamilan, para pasangan juga dapat merencanakan apa yang menjadi tanggung jawab mereka sebagai orang tua. Dalam tiap kesempatan dia juga kerap menjelaskan jenis-jenis kontrasepsi. Karena alat kontrasepsi bukan hanya pil dan suntik melainkan ada ayudi dan implan.

Kepala BKKBN Kalimantan Barat, Kusmana menuturkan sejauh ini pengetahuan masyarakat setempat tentang program KB sudah cukup baik. “Saya sempat bincang-bincang dengan beberapa keluarga. Sebetulnya untuk pengetahuan mereka bagus. Sekarang tinggal up date informasi MKJP yang mesti dilakukan,” katanya.

Dia menyadari, di tingkat pengetahuan informasi KB MKJP non hormonal belum diketahui detail oleh masyarakat. Padahal KB non hormonal jika digunakan tak miliki keluhan seperti KB hormonal. Ke depan pengetahuan tentang KB ini akan ditingkatkan dengan harapan masyarakat bisa benar-benar paham tentang Informasi kontrasepsi.(**)

Read Previous

Karhutla di Desa Sungai Rasau, Polisi Belum Temukan Jejak Pelaku

Read Next

Tingkat Minat Baca, Bookfair 2019 Resmi Digelar

Tinggalkan Balasan

Most Popular