Melihat Perpustakaan Untan yang Makin Kekinian

ASYIK MEMBACA: Beberapa pengunjung tengah membaca buku di ruang koleksi buku di Perpustakaan Universitas Tanjungpura. SITI/PONTIANAK POST

Tersedia Spot Foto Manarik hingga Kafe Literasi

Sejak resmi pindah dari gedung lamanya pada Januari 2019, Perpustakaan Universitas Tanjungpura, kian diminati. Tidak sekadar menjadi tempat meminjam dan membaca buku, perpusatakaan tersebut menjadi tempat belajar yang yang asyik bagi mahasiswa. Tak heran bila hampir 500 orang berkunjung setiap harinya.

SITI SULBIYAH, Pontianak

JUNIARTI tengah membaca sebuah buku di Ruang Sirkulasi, tepatnya di lantai III Perpustakaan Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak. Di hadapannya, ada beberapa buku lainnya yang tergeletak di atas meja. Hari itu, ia tengah mencari bahan untuk menunjang tugas akhirnya. Hampir setiap hari, ia tak pernah absen berkunjung ke perpustakaan tersebut.

“Dua bulan ini hampir setiap hari datang ke perpustakaan, buat menyelesaikan skripsi,” terang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Untan Pontianak angkatan 2015 ini.

Menurut dia, Gedung Perpustakaan Untan saat ini jauh lebih representatif dari gedung yang sebelumnya, terutama dari segi fasilitas. Selain koleksi bukunya yang beragam, ruangan yang nyaman dengan fasilitas berupa alat pendingin ruangan serta jaringan internet itu, membuatnya betah untuk berlama-lama di sana. Arsitektur bangunannya yang unik, diakuinya, juga menjadi daya tarik para mahasiswa untuk mengabadikan momen di sana dengan berfoto.

“Sering juga lihat mahasiswa ke sini berfoto-foto,” tutur dia.

Gedung Perpustakaan Untan, yang secara resmi beroperasi pada Januari 2019 ini memiliki tiga lantai. Lantai I terdiri dari lobby, ruang terbitan berseri, serta beberapa ruangan yang berfungsi sebagai ruang adminsitrasi kantor. Lantai dua, terdiri dari ruang koleksi skripsi, fotokopian, serta reading area. Di antara lantai II dan lantai III, terdapat tribun yang difungsikan sebagai tempat mahasiswa untuk berkumpul, atau sekedar mengerjakan tugas. Tribun ini jugalah yang menghubungkan lantai II dan lantai III. Sementara di lantai III, terdapat beberapa ruangan, di antaranya, ruangan koleksi skripsi dan tesis, sirkulasi, dan reading area.

Kepala Perpustakaan Untan, Septiana Bahraini, mengungkapkan, sejak pindah ke gedung baru, pengunjung perpustakaan tersebut semakin ramai. Dalam satu hari saja, menurutnya, ada 400 – 500 orang yang berkunjung, baik dari pihak luar maupun kalangan civitas sendiri. Pihak luar, menurut dia, cukup banyak memanfaatkan fasilitas di sana, meski mereka tidak dapat meminjam buku.

“Kalau bukan civitas, mereka hanya boleh membaca dan photocopy,” kata Septiana, saat ditemui di ruangannya belum lama ini.

Hadirnya gedung baru ini menumbuhkan semangat dan gairah untuk terus meningkatan fasilitas dan layanan yang akan memberikan layanan yang terbaik pada para pengunjung. Perpustakaan Untan, dikatakan Septiana, saat ini hadir dengan segala kemudahan dalam bentuk layanan digital. Jika dulu, buku-buku yang tersedia menggunakan barcode sebagai identitas atau label buku, kini sebagiannya sudah ditempeli teknologi RFID (radio frequency identification).

“Kita tergetkan tahun depan semua buku sudah terpasang RFID-nya,” kata dia.

Karena berbasis digital, buku-buku yang tersedia, kini tidak hanya dalam bentuk fisik, namun juga nonfisik, atau dalam bentuk file. Saat ini, sedikitnya ada 19 ribu judul yang dikoleksi oleh perpustakaan tersebut, dengan jumlah buku sebanyak 60-an ribu eksemplar. Tidak hanya buku-buku pengetahuan teoritis yang menunjang perkuliahan, namun juga buku-buku fiksi. “Kami juga sediakan buku seperti novel dan buku fiksi lainnya,” kata dia.

Kendati ada puluhan ribu buku yang tersedia, namun diakuinya, ruangan-ruangan yang menyimpan koleksi buku masih tampak lowong. Kapasitas ruangan masih dapat menampung lebih banyak lagi buku. Karena itu, harapan dia, ada lebih banyak lagi buku yang tersedia guna menambah koleksi perpustakaan. Dengan bertambahnya buku, dia berharap semakin banyak yang berkunjung dan mendapatkan manfaat dari hadirnya perpustakaan.

Di sisi lain, ia menilai, arsitektur unik dan modern yang melekat pada gedung baru tersebut, menjadi hal yang cukup menonjol dan daya tarik pengunjung untuk datang. Gedung tersebut, bahkan menjadi tempat untuk berfoto oleh para pengunjungnya.

“Di sini juga banyak spot foto yang bagus. Banyak pengunjung yang berfoto-foto,” kata dia.

Di samping ruang baca, perpustakaan juga dilengkapi dengan ruang pertemuan, serta studio foto. Ke depannya, sebuah kafe juga akan tersedia di lingkungan perpustakaan, yang saat ini masih dalam proses pembangunan. Tidak hanya sebagai tempat nongkrong, makan, dan minum, kafe tersebut diharapkan menjadi tempat yang representatif untuk aktivitas membaca. Selain itu, melalui kafe ini pula, diharapakan menarik perhatian orang banyak untuk lebih dekat dengan buku. (*)

 

loading...