Melirik SD Negeri 12 Alur Bandung, Sejak Berdiri Belum Teraliri Listrik

sd tidak berlistrik

BELUM BERLISTRIK: SD Negeri 12 Alur Bandung, Kecamatan Teluk Batang yang sampai saat ini belum teraliri listrik. Kondisi ini menjadi kendala bagi sekolah tersebut untuk menerapkan sejumlah mata pelajaran. SEKOLAH.DATA.KEMDIKBUD.GO.ID

TELUK BATANG – Dari sejak berdiri sampai saat ini, Sekolah Dasar (SD) Negeri 12 Alur Bandung, Kecamatan Teluk Batang, belum ditunjang dengan daya listrik. Pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara sampai saat ini belum bisa memastikan kapan listrik bisa dialirkan ke sekolah tersebut.

“Kami belum bisa memberikan kepastiannya kapan bisa direalisasikan, namun upaya-upaya permohonan tetap selalu kami sampaikan. Kami berharap semoga di tahun depan bisa direalisasikan,” ungkap Irfan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kayong Utara. Diungkapkan dia bahwa berbagai upaya yang sudah dilakukan mereka untuk mendorong pemerintah daerah memasok aliran listrik tersebut ke sekolah dimaksud.

Sampai saat ini pihaknya masih terus berusaha agar sekolah ini sederajat dengan sekolah-sekolah lainnya di Kayong Utara. Sebab, menurut dia, saat ini listrik sudah menjadi kebutuhan primer untuk melayani kebutuhan masyarakat. Tetapi, kata dia, untuk merealisasikan kebutuhan tersebut bagi unit pelayanan di tingkat teknis, tentu memiliki keterbatasan.

“Di tingkat pendidikan kami berupaya secara maksimal untuk melayani pendidikan yang optimal, terutama di SD Negeri 12 Alur Bandung, agar dapat sederajat dengan sekolah-sekolah yang lainya,” ungkapnya. Guna menyetarakan mutu pendidikan, namun dihadapkan dengan keterbatasan sarana listrik, dia meminta agar disampaikan permohonan kepada pihak terkait melalui pemerintah daerah.

Kepala SD Negri 12 Alur Bandung, Mahud, mengungkapkan sejak berdirinya sekolah tersebut hingga saat ini, belum ditunjang dengan fasilitas aliran daya listrik. Selama ini, diakui dia jika para dewan guru terkendala tenaga surya untuk menghidupkan lampu serta peralatan elektronik yang digunakan untuk keperluan sekolah. “Di zaman sekarang ini listrik menjadi kebutuhan masyarakat luas, termasuk juga di dunia pendidikan. Jadi kegiatan di sekolah sekecil apa pun harus dibantu dengan listrik, untuk menyampaikan materi agar lebih baik salah satu nya IT (informasi teknologi) data komputer,” sambungnya.

Ia tak memungkiri jika selama ini kegiatan belajar mengajar di sekolah yang dipimpinnya tidak berlangsung optimal. Karena dukungan sarana dan prasarana serta guru yang mengajar di sekolah tersebut, sebetulnya harus bisa mengoperasikan IT untuk keberlangsungan proses belajar mengajar.

“Mutu sekolah yang baik harus didukung dengan sarana prasarana yang baik dan guru-guru harus bisa mengoprasionalkan informasi teknologi. Saya berharap kepada instansi terkait serta pemerintah daerah, semoga persoalan tersebut agar bisa secepatnya diatasi,” doanya. (dan)

Read Previous

Pria Tak Dikenal Terobos Penjagaan Mapolres Landak

Read Next

Perpres 63 tahun 2019: Revitalisasi Bahasa Indonesia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *