Memadukan Pencermatan dengan Konsep Pembelajaran

AMATI ALAM: Siswa SDN 94 Singkawang belajar mengamati alam dan mengaitkannya dengan konsep pembelajaran mereka. ISTIMEWA

Mengenal Sekolah Alam Singkawang SDN 94 Singkawang

Alam adalah sumber belajar paling utama bagi umat manusia. Alam menyediakan ilmu yang begitu luas untuk dikaji dan dijadikan pembelajaran hidup. Karenanya, sejak dini, anak harus dikenalkan dengan alam. Belajar dengan alam.

 

Hari Kurniathama, SINGKAWANG

 

MENGAJAK anak belajar dalam suasana sesungguhnya pada lingkungan alam sekitar yang nyata adalah salah satu dasar Sekolah Alam Singkawang didirikan.

Arnold Jacobus, M.Pd selaku Kepala Sekolah Alam Singkawang (SDN 94 Singkawang) mengatakan bahwa filosofi Sekolah Alam Singkawang ini adalah untuk menjadikan alam sebagai sumber belajar yang utama. Ilmu itu tidak hanya di dapat anak di dalam buku, namun bisa didapatkan anak langsung di kehidupan nyata mereka. Inilah yang disebut pengalaman belajar langsung (Real Learning).

Melalui bentuk pengajaran ini akan tumbuh keaktifan anak dalam mengamati, menyelediki serta mempelajari lingkungan.

Kondisi lingkungan yang sesungguhnya juga akan menarik perhatian spontan anak sehingga anak memiliki pemahaman dan kekayaan pengetahuan yang bersumber dari lingkungannya sendiri.

Bahan-bahan pengajaran yang ada pada lingkungan sekitar anak akan mudah diingat, dilihat dan dipraktikan sehingga kegiatan pengajaran menjadi berfungsi secara praktis.

“Ada 4 pilar utama yang akan dikembangkan di Sekolah Alam Singkawang ini, yaitu; Pilar Keimanan (Akhlaq), Pilar Keilmuan (Daya Pikir & Daya Cipta), Pilar Kepemimpinan, serta Pilar Kewirausahaan)”, tambah Arnold lagi.

Pada Kamis (13/2), Kepala Sekolah beserta guru-guru mengajak anak untuk berkunjung di perkebunan dan peternakan yang tidak jauh dari sekolah. Kebetulan perkebunan itu adalah milik dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang Bapak Drs. H. Muhammad Nadjib, M.Si yang khusus disediakan untuk sekolah-sekolah belajar tentang cara berkebun dan berternak.

ODL (Out Door Learning) adalah salah satu strategi pembelajaran bermakna yang menyenangkan. Siswa diajak mengamati alam sekitar dan mengaitkannya dengan konsep pembelajaran. Dengan ODL, Pendidikan BBM (Berkarakter, Bermakna, Menyenangkan) bisa terwujud.

Pendidikan Berkarakter yang siswa dapatkan yaitu; Religius dengan mengaitkan bahwa alam yang ada di sekitar mereka adalah Ciptaan Allah SWT, maka mereka perlu bersyukur atas nikmat itu. Sikap Gotong royong, tekun, sabar, bahwa untuk melakukan kegiatan perkebunan dan peternakan mereka harus bisa bergotong royong, tekun, sabar, agar hasil yang diharapkan bisa memuaskan.

Pendidikan Bermakna, dapat dibagi menjadi dua yakni Bermakna dari Pengetahuan dan Keterampilan.

Untuk pengetahuan, banyak materi pelajaran yang bisa dikaitkan melalui pembelajaran ODL ini, diantaranya tentang jenis hewan dan tumbuhan, tentang pekerjaan, kegiatan ekonomi, alat-alat perkebunan/peternakan, berhitung dan lain sebagaiannya. Sedangkan dari keterampilan mereka bisa memahami cara berkebun dan beternak, mereka bisa tahu cara memasarkan hasil perkebunan/peternakan, bisa membuat puisi/karangan, terampil membuat laporan hasil pengamatan, dan seterusnya.

ODL juga merupakan pembelajaran yang menyenangkan bagi siswa, karena mereka bisa menikmati suasana pembelajaran yang berbeda dari sebelumnya. Mereka bisa belajar sambil bermain dan rekreasi. Mereka juga menyadari bahwa semua yang ada di sekeliling mereka adalah sumber ilmu yang bermanfaat bagi kehidupannya. Sumber belajar bukan hanya ada dalam buku di ruangan kelas yang sempit. Namun sumber belajar adalah semua yang ada di sekitar mereka.

Salah satu guru pendamping Ibu Atih Rohaeti mengatakan “kami sekarang sedang mengadakan pembelajaran di luar kelas (Out Door Learning). Tujuannya agar pembelajaran bisa menyenangkan bagi anak. Anak bisa mengenal jenis-jenis hewan dan tumbuhan, mengenal jenis pekerjaan, sistem ekonomi dan pelajaran lainnya. Pembelajaran ini juga bisa menumbuhkan karakter baik dalam diri anak. “Dengan mengamati alam, anak bisa bersyukur bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan alam yang begitu indah dan bermanfaat untuk kehidupan manusia. Karakter gotong royong, tekun, dan sabar juga bisa dimunculkan dalam pembelajaran ini,” ungkapnya.

Penyelenggaraan pendidikan yang terimplementasi dalam program sekolah juga dipengaruhi oleh kerjasama yang baik antara sekolah, orang tua, dan masyarakat sekitar. Program sekolah yang baik akan berjalan optimal dan efektif jika didukung oleh stakeholder yang ada, terutama orang tua. Salah satu orang tua yang turut serta dalam kunjungan ini mengatakan bahwa, “Kami sangat mendukung apa yang diprogramkan oleh Sekolah Alam Singkawang. Kami melihat anak kami sangat bersemangat dan senang dalam mengikuti pembelajaran yang diberikan oleh gurunya. Semoga dengan pembelajaran ini, anak kami bisa memiliki karakter yang baik, cerdas, dan terampil dalam menghadapi kehidupannya yang akan datang,” ujarnya (*)

Read Previous

Gerakan Bersepeda ke Sekolah

Read Next

Mata-mata, Medan Jaya, dan Batu Barat Dilanda Banjir

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *