Membaca Lewat TARTAL

for her

Dunia literasi begitu akrab dengan Beisca Azzahra Siregar. Dia menciptakan Today A Reader, Tomorrow A Leader (TARTAL). Program ini untuk menumbuhkan minat membaca bagi generasi muda.
 
Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Program TARTAL dirintis Beisca sejak Februari 2018. Sebelumnya dia lebih dulu aktif menjalankan program donasi buku untuk komunitas belajar dan taman baca. Baik berupa buku-buku pelajaran, novel, majalah, ensiklopedia, buku cerita, hingga jenis buku lainnya.  dan lainnya.

“Dulu juga sering banget berbagi bacaan sama sahabat dan sepupu. Karena tujuan saya dari dulu itu menularkan virus rajin membaca,” ujarnya.

Aksi menularkan virus membaca ini berlanjut pada program TARTAL (@tartal.ind). Tartal adalah singkatan dari proyek sosial ‘Today A Reader, Tomorrow A Leader’. Program ini bergerak di bidang pendidikan dan literasi.

TARTAL melaksanakan proyek sosial mendonasikan buku pelajaran dan cerita, serta perlengkapan sekolah kepada komunitas belajar ataupun taman baca di Kalimantan Barat dan beberapa daerah di Indonesia.

Proyek sosial ini ada mengingat kurangnya minat baca  anak-anak Indonesia, khususnya Pontianak, Kalimantan Barat.

Apalagi Beisca menilik survei, peringkat literasi bertajuk ‘World’s Most Literate Nations’ yang diumumkan pada Maret 2016, produk dari Central Connecticut State University (CCSU) menyebutkan bahwa Indonesia berada di urutan 60 dari 61 negara yang disurvei.

“Sebagai seseorang yang gemar membaca buku, dapat saya katakan bahwa fakta tersebut sangatlah miris,” tutur perempuan kelahiran Pontianak, 24 Februari 1999.

Dare Pontianak Tahun 2017 ini percaya langkah-langkah kecil mendonasikan buku dapat meningkatkan minat baca pada generasi muda Indonesia.

Mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum Untan ini berharap proyek sosial TARTAL ini tidak hanya dapat meningkatkan minat baca pada anak-anak Indonesia, melainkan juga meningkatkan sifat humanis sesama manusia untuk berperilaku baik dengan cara berbagi.

Runner Up 2 Puteri Indonesia Kalimantan Barat Tahun 2018 ini menjalankan TARTAL sendirian sebelum ada tim media sosial seperti sekarang ini. Ketika itu dia sendiri yang  mengunggah poster di setiap media sosial hingga mengambil buku donasi, jika donatur tidak bisa ke titik pengumpulan.

Sekarang dia perempuan yang pernah menjadi pembicara pada talkshow ‘Konsolidasi Perempuan Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia’ ini dibantu dua teman yang memiliki misi yang sama. Meski masih tim kecil, tetapi sangat intents menjalin komunikasi dengan penggiat literasi untuk project-project donasi yang dilakukan.

“Beberapa kali TARTAL pernah bekerja sama dengan Duta Baca Kalbar untuk donasi buku,” jelasnya.

TARTAL juga pernah ikut membantu donasi buku untuk sekolah di Kabupaten Karo dan Kabupaten Semarang (luar Pulau Kalimantan). Ketika itu TARTAL ikut serta dalam project donasi dari salah satu situs penggalangan dan penyaluran barang untuk penyetaraan fasilitas pendidikan pada sekolah-sekolah binaan di Kabupaten Karo dan Kabupaten Karo.

Program TARTAL ini juga dibawa Beisca  TOP 15 dalam ajang pemilihan Miss Indonesia Tahun 2019 pada penilaian fast track ‘Beauty With a Purpose’. Para juri sangat senang dengan aksi sosial yang dilakukan Beisca. Karena tidak banyak anak muda yang memiliki program untuk meningkatkan minat baca.

Saat ini Beisca menghentikan sementara program TARTAL karena ingin fokus menyelesaikan skripsinya. Namun, akun Instagram (@tartal.ind) tetap memantau perkembangan literasi dan audiences pengunjung profilInstagram TARTAL. Beisca berencana mengaktifkan TARTAL di awal tahun 2020.  Tentunya dengan konsep yang lebih menarik dan inovatif.

Kedepannya Beisca berharap kepada pemuda tidak menganggap ‘buku’ sebagai hal yang biasa.
“Seseorang akan menjadi pribadi yang sangat luar biasa setelah membaca buku. Jadi, mulailah untuk membaca buku. Bisa diawali dengan novel-novel ringan. Karena today a reader, tomorrow a leader!,” ajak Beisca.**

loading...