Membangun Asa di Tapal Batas

temajuk

Seorang warga mengendarai sepeda motor di jalan beraspal menuju Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Sambas, Sabtu (31/8). Pemerintah secara bertahap membangun jalan di sepanjang perbatasan untuk membuka keterisolasian wilayah. foto Haryadi

Warga Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Sambas pernah hidup dalam keterisolasian. Saat itu, tak ada jalan darat yang menghubungkan desa ini dengan wilayah luar. Orang sakit atau perempuan yang hendak melahirkan harus dibawa mengarungi laut atau melewati bibir pantai menuju puskesmas terdekat. Meninggal di jalan kerap ditemui. Kini, semua ketersolasian itu terkikis seiring masuknya pembangunan jalan ke desa ini.

TEMAJUK desa yang indah. Lokasinya tepat di ujung paling barat Kalimantan atau biasa disebut ekor Borneo. Dua pegunungan mengapit wilayah nan eksotik ini. Hamparan pasirnya begitu bersih dan indah, memanjang hingga ke tepi bukit. Di situ pula ada tapal batas, pemisah dua negara: Indonesia dan Malaysia.

Tapi kehidupan warga Temajuk tak seindah alamnya. Bertahun-tahun mereka hidup dengan segala keterbatasan. Keterisolasian membuat segalanya serba sulit, mulai dari sisi ekonomi, kesehatan hingga pendidikan.

Suwarno (56), warga Temajuk bercerita, sebelum 2014, desa ini sama sekali tak terhubung akses jalan. Akses utama warga adalah melalui jalur laut atau menggunakan sepeda motor melewati bibir pantai.

Tidak adanya akses jalan itulah yang membuat kehidupan warga begitu terpuruk. Harga barang begitu mahal karena sulit didatangkan. Pemilik toko harus menyewa kapal untuk membawa barang dagangan dari ibu kota kecamatan.

“Sampai di desa, harga barang sudah naik berkali-kali lipat,” ujar Suwarno saat ditemui di rumahnya, Sabtu (31/8).
Sementara itu, sayur mayur, buah-buahan, dan lada hasil pertanian warga sulit dijual. Ikan hasil tangkapan nelayan pun demikian. Harganya jatuh. “Ikan-ikan melimpah. Tapi siapa yang mau beli? Dibawa keluar tidak bisa. Dijual di kampung sudah kelebihan. Harga tiga ribu per kilogram pun tak laku,” ujar Pengurus Lembaga Pengabdian Masyarakat Desa Temajuk itu.

Read Previous

PKP 2019 Gelar Talk Show, Kompetisi PUBG Mobile, dan Pagelaran Seni

Read Next

POMG SDIT Al Mumtaz Ajak Hindarkan Anak dari Bahaya Pornografi dan LGBT

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *