Mempawah Banjir, Air Rendam Enam Dusun

BANJIR: Dusun Sebukit Rama, salah satu lokasi paling buruk terdampak banjir di Desa Pasir. WAHYU/PONTIANAKPOST

MEMPAWAH – Banjir di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir dilaporkan merendam 6 dusun. Sedikitnya 1.604 kepala keluarga (kk) atau 6.170 jiwa menjadi korban banjir. Ketinggian air diperkirakan mencapai dua meter dari permukaan tanah. Diperkirakan, banjir masih akan terus meningkat seiring bertambahnya curah hujan.

Dalam surat nomor : 300/1427/TIB tentang laporan perkembangan banjir yang dilayangkan Pemerintah Desa Pasir kepada Bupati Mempawah pada tanggal 9 September 2020 menyebutkan, banjir telah berlangsung sejak tanggal tanggal 1 September lalu.

Banjir dengan ketinggian kurang lebih 1 meter dari permukaan tanah dan 40 centimeter di dalam rumah penduduk itu merendam sedikitnya 6 dusun di Desa Pasir. Yakni, Dusun Sebukit Rama, Suap, Parit Amanku, Pasir Tengah, Pasir Laut dan Dusun Parit Seribu.

Dari 6 dusun terdampak banjir tersebut, Pemerintah Desa Pasir mencatat sedikitnya 1.604 kepala keluarga (kk) atau 6.170 jiwa menjadi korban banjir. Masyarakat tak dapat beraktivitas secara normal lantaran banjir di kawasan itu semakin mengancam dan mengkhawatirkan.

“Kami menghimbau masyarakat Desa Pasir agar tenang dalam menghadapi musibah banjir ini. Namun, kita juga ingatkan supaya masyarakat selalu waspada terhadap ancaman banjir,” tutur Kepala Desa Pasir, Abdul Hamid, Kamis (10/9) siang.

Kades pun melarang kendaraan besar melintas ke lokasi banjir. Sebab, aktivitas keluar masuk kendaraan kerap dikeluhkan masyarakat lantaran berdampak negatif terhadap lingkungan yang terendam banjir.

“Kita juga mempersilahkan masyarakat korban banjir yang ingin mengevakuasi diri ke tempat pengungsian jika ketinggian air semakin mengkhawatirkan,” pesannya.

Di lain pihak, masyarakat Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir mengaku geram dengan situasi banjir dilingkungannya. Terlebih, dalam setahun banjir di wilayah itu terjadi hingga enam kali. Mereka menilai Pemerintah Kabupaten Mempawah tak pernah menghadirkan solusi untuk mengatasi banjir.

“Sampai hari ini, belum ada solusi konkrit yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Mempawah untuk mengatasi banjir di Desa Pasir,” sesal Ketua Karang Taruna Patih Gumantar Desa Pasir, Tirmizi.

Padahal, ungkap Tirmizi, Karang Taruna bersama Pemerintah Desa Pasir telah berusaha maksimal mendorong agar Pemerintah Kabupaten Mempawah memberikan solusi terhadap persoalan banjir.

“Kita minta agar dibangun kanal anak sungai tembus ke laut. Agar, pembuangan air lebih lancar. Jika saluran air lancar maka Desa Pasir tak akan terendam banjir lagi,” pendapatnya.

Sayangnya, lanjut Tirmizi, saran dan usulan yang disuarakan masyarakat Desa Pasir itu tak kunjung terealisasi. Karenanya, dia mendesak agar Pemerintah Kabupaten Mempawah lebih fokus dan serius untuk menghadirkan solusi banjir di Desa Pasir.

“Kami sudah sangat resah dengan situasi banjir di Desa Pasir. Sebab, banjir di tahun ini sudah enam kali. Kondisi ini sudah tak normal, bahkan semakin mengkhwatirkan,” lirihnya.

Terlebih, sambung dia, banjir menimbulkan kerugian besar bagi perekonomian masyarakat Desa Pasir. Terutama bagi masyarakat petani. Sebab, banjir mengakibatkan petani gagal panen.

“Kita berharap Pemerintah Kabupaten Mempawah lebih peka dan merespon persoalan banjir di Desa Pasir. Artinya kita ingin ada solusi konkrit dan permanen, bukan sekedar bantuan-bantuan bersifat sementara,” tukasnya.(wah)

error: Content is protected !!