MEMPAWAH; Harus Jadi Kota Kunjungan, Bukan Perlintasan

SAMPAIKAN HARAPAN DAERAH: Bupati dan Wakil Bupati Mempawah saat menghadiri rapat koordinasi Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Deliniasi Wilayah Perencanaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR). 

MEMPAWAH – Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH bersama Wabup, Muhammad Pagi menghadiri Rapat Koordinasi Focus Group Discussion (FGD) Penetapan Deliniasi Wilayah Perencanaan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Mempawah Tahun 2021, Kamis (19/8) di Aula Kantor Bupati Mempawah. FGD RTDR tersebut diselenggarakan oleh Dirjen Tata Ruang Kementrian ATR/BPN.

 

“Pemerintah Kabupaten Mempawah mendukung penuh kegiatan FGD RTDR yang dilaksanakan Dirjen Tata Ruang Kementrian ATR/BPN. Kegiatan bantuan teknis penyusunan RTDR ini diharapkan mempercepat penyusunan RTDR yang dapat mendukung OSS-RBA dan percepatan investasi di Kabupaten Mempawah,” harap Erlina.

 

Erlina memaparkan, pemerintah pusat telah merealisasikan dua Proyek Strategis Nasional (PSN) di Kabupaten Mempawah. Yakni Pelabuhan Terminal Kijing dan Pabrik Smelter Alumina di Kecamatan Sungai Kunyit.

 

“Guna mendukung kelancaran dua PSN tersebut maka rencananya akan dibangun pula fasilitas pendukung seperti, Jembatan Kapuas 3, peningkatan jalan nasional serta pembangunan dan rehabilitasi jembatan di sepanjang jalur tersebut,” papar Bupati.

 

Menurut Erlina, realisasi pembangunan PSN yang telah berlangsung telah dirasakan dampaknya. Yakni intensitas pemanfaatan ruang dan minat investasi yang semakin meningkat baik di Kecamatan Sungai Kunyit maupun Kota Mempawah sebagai Pusat Kegiatan Wilayah (PKW).

 

“Karena itu, sangat diperlukan RDTR yang merupakan rencana terperinci tata ruang dilengkapi dengan peraturan zonasi sehingga dapat dijadikan acuan dalam pemanfaatan ruang terutama dalam proses perizinan dan kepastian investasi,” ujarnya.

 

Lebih jauh, Erlina mengatakan, dengan pertimbangan realisasi PSN di Kabupaten Mempawah dan pembangunan pendukung lainnya maka diharapkan RDTR mengedepankan kesejahteraan untuk masyarakat Kabupaten Mempawah.

 

“Kita harus saling dukung dan menguatkan serta berperan secara aktif agar percepatan penyusunan RDTR di Kabupaten Mempawah dapat berjalan sesuai prosedur, tepat waktu dan tepat sasaran,” tuturnya.

 

Kedepan, Erlina berkeinginan agar Kota Mempawah tidak hanya menjadi kota perlintasan di Kalimantan Barat. Lebih dari itu, Kota Mempawah harus menjadi magent yang dapat menarik orang dari berbagai wilayah untuk datang dan berkunjung.

 

“Karakteristik dan kearifan lokal sebaiknya tetap diperhatikan dalam penyusunan RDTR. Konsep dan potensi pengembangan wilayah yang dapat diterapkan antara lain konsep smart city, warter front city, kota pendidikan, wisata sungai dan kuliner serta lainnya sesuai karakteristik Kota Mempawah,” sarannya.

 

“Akomodir pula mitigasi kawasan rawan bencana terutama banjir dan karhutla. Kelestarian lingkungan dengan konsep green economy tetap harus dikedepankan dalam koridor pembangunan berkelanjutan serta tingkatkan koordinasi dan kolaborasi antar stakeholder agar rencana kerja nyata ini berjalan lancar tak sekedar wacana semata,” pesannya mengakhiri. (wah)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!