Minta Warga Tetap Taat Prokes
Mempawah Hulu Terapkan PPKM Level 3

RAPAT KOORDINASI: Camat Mempawah Hulu memimpin rapat koordinasi PPKM level 3, di aula kantor camat, Rabu (28/7). ISTIMEWA

MEMPAWAH HULU – Kecamatan Mempawah Hulu menggelar sosialisasi penerapan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3, Rabu (28/7). Camat Mempawah Hulu Priscilla Angela meminta pihak terkait segera melaksanakan penetapan pemerintah selama PPKM tersebut berlangsung.

“Dengan diberlakukannya PPKM level 3 menegaskan untuk semua unsur dan pihak terkait agar secepatnya melakukan apa yang telah ditetapkan Pemerintah,” tegasya, di aula Kantor Camat Mempawah Hulu, Rabu.

Ia mengajak seluruh pihak turut serta mendukung dan mensosialisasikan PPKM Level 3 ini kepada warga guna percepatan dan pengendalian penyebaran Covid-19 di Mempawah Hulu. Ia mengatakan, perkembangan kasus Covid 19 di Mempawah Hulu berdasarkan zonasi mengalami penurunan dari zona oranye menjadi zona kuning dengan resiko rendah.

“Artinya kita harapkan peran serta semua pihak, agar masyarakat terus patuh protokol kesehatan, sehingga angka kasus dapat semakin ditekan,” ucapnya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Kepala Puskesmas Karangan, Marta Rahayu mengatakan, pihaknya menargetkan 22004 orang untuk mendapatkan vaksinasi. Sementara hingga saat ini, cakupan vaksinasi masyarakat tahap 1 dan menunggu untuk pelaksanaan vaksinasi tahap 2 berjumlah 2125 orang.

Sementara untuk usia 12 – 17 tahun yakni pelajar SMP dan SMA ditargetkan sebanyak 5282 orang. “Untuk pelajar kita akan melakukan vaksinasi di sekolah setelah para pelajar ini mendapatkan izin untuk dilakukan vaksinasi oleh orang tua/walinya,” ujar Marta.

Kapolsek Mempawah hulu Iptu Asep Tabroni dalam kegiatan tersebut mengajak semua pihak agar bersama-sama berupaya memutus rantai penyebaran Covid-19 dengan mengoptimalkan PPKM Level 3 Ini. Sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri tentang pemberlakuan PPKM Level 3 ini, beberapa poin yang menitik beratkan pada mencegah terjadinya kerumunan serta lokasi yang berpotensi dapat menciptakan kluster baru Covid-19.

“Antara lain kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah banyak, kegiatan hajatan tanpa menerapkan Prokes secara ketat serta masyarakat yang kurang disiplin dalam menerapkan Protokol Kesehatan dalam kegiatan sehari-hari,” ucapnya.(mif)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!