Mempawah Surplus 14 Ribu Ton Beras

Tanam Perdana: Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH saat bersama petani melakukan tanam perdana di Desa Jungkat. Istimewa

MEMPAWAH – Bupati Mempawah, Hj Erlina, SH, MH menghadiri tanam padi perdana Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Jungkat II di Dusun Urai Bawadi, Desa Jungkat, Kecamatan Jongkat, Selasa (27/10) pagi. Erlina berjanji akan memberikan bantuan maksimal untuk meningkatkan produksi pertanian. Selain Bupati, kegiatan tanam perdana padi itu turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian, Gusti Basrun, Camat Jongkat, Kepala Desa Jungkat beserta tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Jungkat serta para petani setempat.

“Kabupaten Mempawah merupakan salah satu daerah lumbung padi. Walau saat ini sedang menghadapi pandemi Covid-19, namun produksi pertanian di Kabupaten Mempawah tidak terlalu berdampak,” kata Erlina dihadapan petani Gapoktan Jungkat II. Berdasarkan laporan Dinas Pertanian, ungkap Erlina, produktivitas pertanian di Kabupaten Mempawah rata-rata tiap 1 ha menghasilkan 3,35 ton gabah kering. Pencapaian itu lebih tinggi dibandingkan target yang dipatok Pemprov Kalbar sebesar 2,9 ton per ha. “Artinya produksi pertanian di Kabupaten Mempawah sudah melampaui target Pemprov,” sebutnya.

Kemudian, sambung Erlina, dari total 12 ribu hektar lahan pertanian yang ada di Kabupaten Mempawah hingga saat ini sudah memproduksi 70 ribu ton gabah kering. Dan jika dikonversikan menjadi beras maka memperoleh kurang lebih 45 ribu ton. “Dan jika kita kalkulasikan dengan kebutuhan konsumsi beras masyarakat di Kabupaten Mempawah, maka masih terdapat surplus kurang lebih 14 ribu ton beras,” ungkapnya.

Melihat pencapaian tersebut, Erlina menyebut para petani di Kabupaten Mempawah berhasil memanfaatkan program dan bantuan yang telah disalurkan pemerintah daerah, provinsi maupun pusat untuk peningkatkan produksi pertanian. “Keberhasilan ini tidak lepas dari kerjasama dan kerja keras para petani yang senantiasa mendapatkan bimbingan dan arahan dar ipara penyuluh pertanian. Sehingga hasil panen yang diperoleh bisa lebih maksimal,” ucapnya.

Terkait keluhan petani menyangkut jalan dan alsintan, Erlina memastikan Pemerintah Kabupaten Mempawah akan memberikan bantuan secara maksimal. Pihaknya akan menyalurkan bantuan alsintan dan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan pertanian. “Nanti akan kami usulkan kepada pemerintah pusat agar petani mendapatkan fasilitas mesin panen padi. Begitu pun masalah jalan, anggarannya sudah kita siapkan di APBD 2021. Namun, belum bisa kita bangun keseluruhan sepanjang 4 kg. Melainkan akan dibangun secara bertahap,” janjinya.

Sementara itu, Ketua Poktan, Suraji mengungkapkan secara keseluruhan Gapoktan Jungkat II menggarap 600 ha lahan pertanian di Desa Jungkat. Khusus 4 Poktan yang ada di Parit H Usman menggarap 200 ha lahan pertanian. “Saat ini, kami sudah menerapkan sistem tanam padi 2x setahun. Insya Allah jika dari pemerintah ada program tanam 3x setahun maka kami siap merealisasikannya secara maksimal,” tegas Suraji.

Suraji mengutarakan, para petani di Parit H Usman menemukan sejumlah kendala dilapangan. Yakni kendala dimasa tanam dan panen. Dimasa panen, petani setempat masih menggunakan peralatan manual seperti alat ketam dan arit. “Kami sangat mengimpikan bisa memiliki mesin panen padi. Sehingga, hasil panen yang diperoleh akan lebih baik dan maksimal nantinya,” harap dia. Kemudian, dia menambahkan, kendala lainnya mengangkut hasil panen. Sebab, infrastruktur jalan yang ada dilingkungannya kurang baik. Kondisi jalan yang memprihatinkan hingga menghambat lalu lintas petani saat mengangkut hasil panen.

“Kami sangat berharap ada bantuan dari pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran aktivitas pertanian dari petani di Parit H Usman, Desa Jungkat. Kami akan bekerja keras untuk menjadi petani yang sukses dan sejahtera. Karena, kami punya semboyan kalau petani kuat, maka negara akan berkhidmat dan petani kaya maka negara sejahtera karena hasil pertanian melimpah,” pungkasnya.(wah)

error: Content is protected !!