Menag Minta Maaf

kemenag

SIMAK PERTANYAAN: Menteri Agama Fachrul Razi (kiri) menyimak pertanyaan dari anggota Komisi VIII DPR saat rapat kerja di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Kamis (7/11). Rapat membahas program kerja Kementrian Agama dan isu-isu aktual lainnya. HENDRA EKA/JAWA POS

Rapat Perdana di DPR, Menag Banyak Ditanya Soal Cadar

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengikuti rapat perdana bersama Komisi VIII DPR kemarin (7/11). Didampingi Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi, Fachrul banyak mendapat pertanyaan soal cadar dan celana cingkrang dari anggota dewan.

Anggota Komisi VIII DPR Iskan Qolba Lubis menuturkan pernyataan Fachrul soal larangan menggunakan cadar dan celana cingkrang membuat publik bingung dan resah. ’’Bertentangan dengan program peningkatan kerukunan,’’ kata politisi PKS itu. Dia meminta Fachrul menghentikan pernyataan-pernyataan yang kontraproduktif. Lebih baik fokus menjalankan tugas Kemenag melayani umat.

Anggota Komisi VIII DPR lainnya Nandang Samodra menyampaikan sepakat upaya Kemenag menghentikan paham radikal. Namun dia mengatakan Kemenag tidak masuk dalam ranah keamanan atau security.

Sementara itu Maman Imanulhaq, anggota Komisi VIII DPR dari PKB mengatakan cingkrang dan cadar tidak ada kaitannya dengan radikalisme. ’’Saya minta cara komunikasi publik diperbaiki. Jangan demokrasi ini diisi kegaduhan,’’ katanya. Dia meminta Kemenag menjadi pelopor kementerian yang transparan dan tanpa kasus korupsi.

Setelah rapat berjalan sekitar lima jam, Menag Fachrul giliran memberikan jawaban atas pertanyaan anggota dewan. ’’Kami tidak ingin cadar berkembang dengan alasan ketaqwaan. Kami khawatir (cadar, Red) jadi ukuran ketakwaan umat,’’ kata mantan wakil Panglima TNI itu.

Fachrul menegaskan cadar dengan ketakwaan tidak ada kaitannya. Dia mempersilahkan jika ada umat Islam yang menganggap cadar bagian dari ketakwaan. Dia juga tidak ingin ada orang yang menekan Muslimah supaya menggunakan cadar untuk menunjukkan ketaqwaannya. ’’Bagaimana orang (memilih, Red) pakai cadar? Silahkan. Kami tidak pernah larang,’’ jelasnya.

Menteri asal Aceh itu mengatakan tidak pernah ada niatan membuat regulasi larangan menggunakan cadar. Termasuk juga larangan menggunakan celana cingkrang. Fachrul mengatakan semuanya ada tempatnya. Ketika sebagai aparatur sipil negara (ASN), seharusnya mengikuti ketentuan penggunaan seragam yang telah ditetapkan.

Dia berharap polemik terkait radikalisme, cadar, dan celana cingkrang disudahi. Ke depan Fachrul akan memimpin Kemenag untuk melayani umat beragama sebaik-baiknya. ’’Polemik tentang itu sudah clear. Saya minta maaf kalau sampai menimbulkan amarah,’’ jelasnya. (wan)

Read Previous

Kembangkan Diagnostic Tools untuk Ukur Fungsi Seksual Wanita Alami KDRT

Read Next

Bea Cukai Kalbar Terus Tingkatkan Pelayanan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *