Menangkal Banjir, Air Tidak Meluap ke Jalan

DINORMALISASI: Seorang bocah membawa jarring mendekati parit di kota Sambas yang meluap, akibat hujan dan air pasang. OZY/PONTIANAKPOST

Normalisasi Parit di Kota Sambas Digencarkan

Hujan diperkirakan masih terus akan turun hingga akhir bulan ini. Karenanya, kawasan rendah harus tetap siaga. Pengerukan sejumlah parit di kota Sambas dilakukan. Sebab, di beberapa poros jalan, saat hujan turun, bakal tergenang. Ditambah dengan air pasang laut.

Fahrozy,

SAMBAS

NORMALISASI atau pengerukan sejumlah parit terus dilakukan. Pasalnya, jika hujan turun saluran pembuangan tak mampu menampung air sehingga terjadi genangan hingga ke badan jalan.

Terpantau di wilayah Jalan Panji Anom misalnya. Di kawasan ini, jika hujan lumayan lebat, parit akan meluap, sehingga air akan menggenangi sejumlah jalan. Begitu juga di saluran pembuangan air didaerah lainnya.

“Parit yang ada memang perlu pengerukan atau normalisasi sejumlah parit, karena di wilayah Panji Anom misalnya, genangan akan terjadi meski hujan tak terlalu lebat. Apalagi itu terjadi berbarengan dengan air pasang,” kata Eri, Warga Sambas, Senin (13/1).

Hal ini perlu dilakukan. Terlebih di saat ini, intensitas hujan cukup tinggi terjadi di wilayah Kabupaten Sambas. “Apalagi hujan sering turun akhir-akhir ini,” katanya.

Sesuai update potensi hujan oleh BMKG Kalbar, pada 13 Januari diperkirakan sebagai wilayah di Kalimantan Barat berpotensi hujan.Kemudian air pasang laut hingga tiga hari ke depan diperkirakan masih cukup tinggi, terutama pada pagi hingga menjelang siang hari.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sambas menyebutkan sesuai informasi dari BMKG, jika prakiraan hujan dengan intensitas tinggi masih akan terjadi di wilayah Kabupaten Sambas hingga Januari 2020. Hal ini menjadi kerawanan di beberapa wilayah di kecamatan di Kabupaten Sambas terkait dengan banjir.

“Kalau potensi banjir, dengan memerhatikan informasi BMKG, jika intensitas hujan hingga Desember 2019 menyebabkan Sambas masuk kategori tak tinggi potensi banjir, tapi patut diwaspadai pada Januari 2020, disebutkan potensi kategori menengah untuk di Kabupaten Sambas terjadi banjir,” katanya.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sambas, Ir H Arifidiar MH berharap semua pihak harus meningkatkan sinergi dalam rangka pencegahan bencana di wilayah Kabupaten Sambas. “Semua pihak termasuk masyarakat, harus bersinergi dalam upaya pencegahan bencana. Dan semua harus berdoa, agar bencana tak terjadi di Kabupaten Sambas,” kata Arifidiar, belum lama ini.

Terlebih, dari prakiraan cuaca BMKG, hingga saat ini diprediksi hujan terjadi dengan intensitas tinggi. “Kondisi ini (curah hujan tinggi), kemudian ditambah air pasang laut tinggi, perlu menjadi  kewaspadaan bersama. Terlebih bagi warga yang bermukim di bantaran sungai,” katanya.

Pemkab Sambas melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Juga harus punya peta bencana. Daerah-daerah mana yang rawan terjadi banjir ketika curah hujan dan air pasang laut tinggi. “Kalau sudah ada pemetaan, akan mempermudah dalam pencegahan, termasuk meminimalisir korban jika terjadi bencana,” katanya.(*)

loading...