Menarget Bengkayang Sentra Bawang Merah

PANEN– BI perwakilan Kalbar, BPT Balitbangtan serta Dinas Pangan Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang panen bawang di  Kecamatan Tujuh Belas, Bengkayang. ISTIMEWA

BENGKAYANG– Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kalimantan Barat bersinergi bersama BPT Balitbangtan Kalimantan Barat serta Dinas Pangan Pertanian Dan Perkebunan Kabupaten Bengkayang guna menginisiasi kegiatan Demplot dan Penangkaran Bawang Merah di Kabupaten Bengkayang. Kolaborasi tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan peningkatan hasil produksi bawang merah dan kebutuhan benih umbi bawang merah yang berkualitas di Kalimantan Barat.

Disamping itu, secara umum diketahui  bahwa Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu sentra penghasil bawang merah di Kalimantan Barat terutama di Kecamatan Tujuh Belas.

Terkait hal tersebut, Manajer Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Barat, Miftahul Huda menjelaskan bahwa bawang merah merupakan salah satu komoditas strategis nasional yang menjadi penyumbang inflasi. Harga bawang merah tersebut juga   cenderung fluktuatif, salah satunya disebabkan karena terbatasnya benih umbi bawang merah yang berkualitas.

“Selama ini, penanaman bawang merah yang lazim dilakukan petani adalah menggunakan umbi bawang merah yang diseleksi dari hasil panen. Bawang merah umumnya diproduksi dengan menggunakan umbi sebagai bahan tanam atau sumber benih,” ujarnya  disela-sela giat panen di Demplot Bawang Merah Gapoktan Bina Maju Bengkilu, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang, kemarin siang.

Huda mengatakan bahwa kebutuhan akan benih bawang merah yang bermutu secara kuantitas dan kualitas serta jumlah petani penangkar tanaman bawang merah masih sangat terbatas di Kalimantan Barat. Hampir mayoritas kebutuhan bawang merah konsumsi dan benih umbi bawang merah di Kalimantan Barat didatangkan dari luar Kalbar.  Untuk mendatangkan benih umbi, sambungnya, bawang merah petani di Kalbar masih harus mendatangkan benih umbi bawang dari luar Kalbar yang harganya relatif mahal karena tertambah dengan biaya pengiriman.

“Maka dari itu, salah satu cara untuk memecah masalah ketersediaan benih umbi bawang merah berkualitas tersebut adalah melalui inovasi teknologi budidaya bawang merah dan melakukan inisiasi penangkaran benih umbi bawang merah yang dilakukan langsung oleh petani setempat. Seperti halnya yang kita lakukan di demplot yang sudah dibuat di Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang ini,” terangnya.

Disisi lain, lanjutnya, Kabupaten Bengkayang sendiri menurutnya merupakan salah satu sentra penghasil bawang merah di Kalbar terutama di Kecamatan Tujuh Belas. Melihat potensi tersebut, Kantor Perwakilan BI Kalbar bersama dengan BPTP Balitbangtan Kalbar telah melakukan kegiatan Program Sosial Bank Indonesia berupa Demplot dan Penangkaran Bawang Merah yang dilakukan di Desa Bengkilu.

“Kegiatan ini dalam upaya untuk meningkatkan hasil produksi bawang merah dan kebutuhan benih umbi bawang merah yang berkualitas pada tahun 2020 Kantor Perwakilan BI Kalbar bersama dengan BPTP Balitbangtan Kalbar menginisiasi berupa kegiatan Demplot dan Penangkaran Bawang Merah yang melibatkan langsung para petani yang tergabung dalam Gapoktan Bina Maju,” katanya.

Dia juga mengungkapkan bahwa kegiatan demplot bawang merah ini mulai dilaksanakan dari bulan Oktober 2020 sampai Januari 2021. Penanaman bawang merah dilakukan pada lahan demplot milik beberapa anggota Gapoktan Bina Maju Desa Bengkilu, Kecamatan Tujuh Belas, dengan luas total lahan 1 hektar. Adapun varietas bawang merah yang ditanam yaitu varietas Bima Brebes.

” Berdasarkan perhitungan secara ubinan, demplot bawang merah ini potensi produksi bisa mencapai 21 ton/ha umbi basah. Sedangkan, komponen teknologi yang diterapkan pada demplot bawang merah ini yaitu pemupukan berimbang, pengendalian organisme pengganggu tumbuhan (OPT), penggunaan mulsa dan perlakuan benih/proses penangkaran umbi dari hasil panen. Dalam rangka pengembangan bawang merah dan kita menginisiasi petani penangkar bawang merah di Gapoktan Bina Maju,” paparnya.

Ia berharap, nantinya hasil produksi bawang merah selain bisa digunakan sebagian untuk konsumsi dan sebagian bisa ditangkar untuk dijadikan benih umbi bawang merah. Hal ini, dilakukan agar kedepannya para petani bisa memenuhi kebutuhan benih umbi bawang merah sendiri, tanpa harus mendatangkan dari luar Kalbar.

“Sehingga kedepannya kita bisa menjadikan Kabupaten Bengkayang sebagai sentra pengahasil benih umbi bawang merah di Kalbar,” tutupnya.

Sementara itu, sebagai petani bawang merah, Darjo menyatakan, dalam penanaman bawang merah ini kendala utama yang di hadapi adalah cuaca, yakni tingginya curah hujan. Sehingga petani  kesulitan untuk mengeringkan umbi bawang merah hasil panen di bawah matahari.

“Apalagi sekarang musim hujan jadi sulit untuk mengeringkan umbi bawang merah. Sehingga, sangat diharapkan kedepannya bisa ada bantuan dari pemerintah untuk penyediaan mesin pengering,” harapnya.

Ditempat yang sama, Kepala BPTP Kalimantan Barat, Rustan Massinai mengaku sangat senang dan mendukung akan adanya kolaborasi antara BPTP Kalbar, Bank Indonesia Perwakilan Kalbar, Dinas Pertanian Provinsi Kalbar, Dinas Pertanian Kabupaten Bengkayang serta stakeholder-stakeholder yang berada di Kecamatan Tujuh Belas khususnya di Desa Bengkilu dalam pengembangan dan Penangkaran Bawang Merah di Kabupaten Bengkayang.

Dirinya juga sangat mengapresiasi atas keberhasilan kegiatan ini, sehingga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan semangat kepada para petani lainnya sekaligus diharapkan akan munculnya bibit-bibit petani muda yang akan melanjutkan pengembangan bawang merah di Kabupaten Bengkayang.

“BPTP Kalbar akan berusaha seoptimal mungkin mendukung kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Provinsi Kalbar maupun Dinas Pertanian Kabupaten/Kota di Kalbar dalam hal penyediaan teknologi pertanian maupun pendampingan langsung,” pungkasnya singkat. (sig)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!