Mencekam di Set Lawas

zetizen

FULL OF SURPRISE: American Horror Story: 1984 di season 9 membawa kengerian baru lewat scene penuh darah dan teror psikopat.

American Horror Story Kembali di Season 9

FALL season is goose bumps time. Kehadiran serial TV American Horror Story setiap musim gugur membuat istilah itu makin ngetren. Yap! Serial TV yang dirilis di channel FX tersebut sukses menciptakan ketegangan tersendiri berkat cerita-ceritanya. Dirilis pada 2011 dengan tajuk Murder House, American Horror Story menandai eksistensinya dengan merilis season kesembilan yang berjudul 1984 pada Rabu (18/9).

Menilik keberhasilan season sebelumnya, American Horror Story besutan Ryan Murphy dan Brad Falchuk dikenal sebagai serial dengan beragam set, plot, dan karakter. Nggak heran kalau serial itu berhasil ditahbiskan sebagai the most viewed new cable series berkat season pertamanya yang dirilis pada 2011. Selain itu, pemerannya meraih sejumlah penghargaan. Jessica Lange, misalnya, memboyong dua piala Emmys sebagai Primetime Emmy Award for Outstanding Supporting Actress dan Lead Actress atas perannya di season pertama Murder House (2011), season kedua Asylum (2012–2013), dan season ketiga Coven (2013–2014).

Di setiap season, American Horror Story terkenal dengan tema besar yang nggak cuma creepy, tapi juga mind-blowing. Sebut aja, season kedelapan Apocalypse (2018) yang mengusung cerita tentang Perang Dunia Ketiga dan serangan nuklir. Di season kesembilan ini, American Horror Story mengangkat tajuk 1984. Otomatis, set era 80-an menjadi tema utama di season dengan sepuluh episode tersebut.
FYI, season kesembilan kali ini menjadi penanda delapan tahun American Horror Story mengudara. Berjudul 1984, set kemah musim panas pada era 80-an dipilih sebagai tempat teror berlangsung. Berdasar trailer, Murphy terinspirasi dari gaya sinematografi ala film Friday the 13th. Misalnya, yang terlihat lewat tone dan pengambilan gambar yang artistik.

Uniknya, Murphy dikenal pelit membagikan teaser atau sneak peek. Tapi, kali ini dia sedikit bermurah hati dengan membagikan teaser. Tampaknya, Murphy dan Falchuk kini berniat menggabungkan genre gore-slasher ala Texas Chain Saw Massacre (1974). Hal itu ditunjukkan lewat sosok psikopat bertopeng yang selalu muncul di mana pun. Pisau berukuran besar yang dibawanya makin memperlihatkan sisi beringasnya.

And, yes! Murphy dan Falchuk berhasil membuktikan bahwa American Horror Story bukan serial biasa yang dapat ditinggalkan seiring dengan kemunculan serial baru. Episode pertamanya sukses bikin jantungan. Bertajuk Camp Redwood, cerita berpusat pada lima sekawan yang pergi dari Los Angeles untuk bekerja sebagai konselor di Perkemahan Redwood. Teror datang ketika mereka beradaptasi dengan pekerjaan mereka. Akhirnya, mereka menyadari bahwa hal menakutkan yang sebenarnya bukan cuma pekerjaan, tapi juga teror dari masa lalu perkemahan.

As we know, kemah adalah kegiatan yang nggak bisa dilepaskan dari remaja Amerika. Saat membuat cerita tersebut, Murphy dan Falchuk benar-benar menempatkan diri sebagai penonton yang ketakutan, bukan director pembuat cerita. Teror yang disajikan bukan cuma psikopat yang ngejar korban. Tapi, kita juga dibikin pusing dan bertanya-tanya tentang motif psikopat itu mengejar mereka. Alhasil, kita bakal dibawa masuk ke cerita dan ikut terengah-engah menghindari kejaran maut.

Awalnya, banyak pihak yang meragukan kesuksesan season tersebut karena Sarah Paulson dan Evan Peters absen tampil. Keduanya merupakan wajah khas American Horror Story sejak season pertama. Bagi beberapa pihak, American Horror Story nggak akan terasa sama tanpa kehadiran Paulson dan Peters. Tapi, kemunculan Billie Lourd (Montana Duke), Emma Roberts (Brooke Thompson), dan Gus Kenworthy (Chet Clancy) digadang-gadang mampu membuat American Horror Story: 1984 makin bersinar. Apalagi dengan plot yang dekat dengan remaja dan mengangkat legenda-legenda perkemahan. Can’t wait to see all episode! (c14/raf)

Read Previous

Menguji Konsistensi Fajar/Rian

Read Next

Tetap Jatuh Diantara Bintang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *