Mengenal 2019-nCoV (Virus Corona), Demam dan Batuk Jadi Gejala Umum

Virus 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV) atau lebih dikenal dengan nama virus corona adalah jenis baru dari coronavirus yang menular ke manusia. Virus ini pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China, pada akhir Desember 2019. Penularannya berlangsung cepat.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Dokter Spesialis Paru di RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Pontianak, Nur Annisa, akrab disapa Annisa,  menjelaskan coronavirus merupakan virus zoonotik (ditransmisi dari hewan ke manusia atau sebaliknya). Hewan yang menjadi host dari coronavirus antara lain unta, kelelawar, musang dan ular. Virus ini merupakan virus tipe RNA dari family coronaviridae, genus beta coronavirus.

Setidaknya ada dua jenis coronavirus yang menyebabkan penyakit dengan gejala berat, yakni Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) Coronavirus (SARS-CoV) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS) Coronavirus (MERS-CoV). Novel Coronavirus 2019 (2019-nCoV) adalah virus corona jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia.

Annisa menuturkan virus corona dapat ditularkan dari manusia satu ke manusia lain melalui airborne, droplet saluran nafas seperti batuk dan bersin, kontak dekat personal (menyentuh atau jabat tangan), serta memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkontaminasi coronavirus. Juga dapat ditularkan melalui kontaminasi feses (kotoran).

“Dari awal mula virus masuk ke tubuh manusia hingga menimbulkan gejala (disebut masa inkubasi) adalah dua sampai 14 hari pasca paparan,” tutur Annisa.

Novel Coronavirus dapat menimbulkan gejala seperti batuk, pilek, nyeri tenggorokan, dan demam. Selain itu, juga dapat menimbulkan gejala gangguan saluran pernafasan berat. Antara lain mengalami batuk berdahak bahkan berdarah, nyeri dada, demam tinggi dan sesak nafas. Namun, secara umum tanda dan gejala infeksi coronavirus adalah demam, batuk dan sesak nafas.

Annisa menambahkan untuk mengetahui apakah seseorang terinfeksi novel coronavirus maka dokter akan menanyakan gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien pernah bepergian ke wilayah terjangkit virus Corona sebelum merasakan gejala. Ini untuk memastikan diagnosis virus Corona, dokter akan melakukan berbagai macam pemeriksaan lanjutan.

“Seperti uji sampel darah, pengambilan sampel dahak, dan rontgen dada,” tambah Annisa.

Ada empat kategori pengelompokan pasien. Pertama, orang dalam pemantauan. Kedua, pasien dalam pengawasan. Kategori pertama dan kedua ini belum tentu terjangkit 2019-nCoV. Ketiga, probable. Pemeriksaan beta coronavirus atau pan coronavirusnya positif. Namun, belum dapat disimpulkan 2019-nCoV. Keempat, kasus terkonfirmasi. Ini yang baru dinyatakan positif infeksi 2019-nCoV.

Annisa mengungkapkan virus corona ini dapat menginfeksi siapa saja, tetapi lebih berisiko menyerang orang tua serta orang yang memiliki kekebalan atau daya tahan tubuh rendah. Misalnya, orang-orang yang memiliki penyakit metabolik. Pada kasus yang berat dapat menimbulkan beberapa komplikasi.

“Meliputi, pneumonia berat, sindrom distress pernapasan akut (Acute Respiratory Distress Syndrome), sepsis atau syok sepsis, gagal nafas,  disfungsi multiorgan, bahkan dapat menyebabkan kematian,” ungkapnya.

Annisa menyatakan saat ini antivirus khusus untuk 2019-nCoV belum ada karena ini termasuk virus yang baru satu bulan terakhir diketahui. Pengobatan yang diberikan untuk pasien saat ini adalah dengan cara mengisolasi pasien, diberikan terapi oksigen, diberikan antibiotik empiris apabila dicurigai ada infeksi sekunder karena bakteri. Diberikan juga obat-obatan simptomatik (obat-obatan sesuai keluhan atau gejala), terapi cairan, penggunaan ventilator jika pasien mengalami gagal nafas, dan pemberian vasopresor untuk meningkatkan tekanan darah pasien apabila pasien mengalami syok sepsis. Di beberapa negara telah diberikan pula obat-obatan seperti oseltamivir, ritonavir dan lopinavir.**

Read Previous

Rekrut 3 Pemain Arungi Putaran Kedua

Read Next

Dorong Kreativitas Jajaran BPN Kalbar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *