Mengenal Atong, Sosok Dibalik Yayasan Tri Dharma Bakti Umat Pemangkat

Atong, tokoh Tionghoa Pemangkat. foto Shando Safela

Perayaan Imlek menjadi momen bagi Yayasan Tri Dharma Bakti Umat untuk berbagi kepada sesama. Kegiatan bakti sosial pun gencar dilakukan. Ada satu sosok pemimpin di belakangnya, tak banyak yang tau. Menyambut Imlek, Pontianak Post akan membagi kisahnya untuk pembaca.

Liputan Edisi Imlek oleh Shando Safela, Pemangkat

Sosok tinggi besar menyambut Pontianak Post di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Kota Pemangkat, Kamis (11/2), tepat sehari sebelum perayaan Imlek 2527. Dia adalah pemuda berumur 40 tahun bernama Cin Cung. Namun, orang lebih akrab dengan Atong, nama panggilannya.

Atong merupakan generasi kedua yang memimpin Yayasan Tri Dharma. Jauh sebelum dirinya, sang ayah, Sunjoyo, sudah memimpin yayasan sejak tahun 1995.
Yayasan Tri Dharma Pemangkat menjadi populer karena kegiatan sosial yang kerap digelar. Semua itu, tak lepas dari peran utama Atong.

Latar belakangnya yang sebagai seorang pengusaha, tak lantas membuat Atong mengesampingkan kegiatan yayasan. Sebaliknya, Atong aktif memimpin yayasan ini melaksanakan berbagai kegiatan.

Yayasan yang menaungi belasan kelenteng dan vihara di Kabupaten Sambas ini, mempunyai agenda tetap setiap bulannya. Mulai dari kegiatan sosial, hingga kegiatan kebudayaan. Tak heran jika sampai 3000 orang Tionghoa yang tergabung dalam yayasan ini.

Saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh, yayasan ini merupakan ‘bapak asuh’ bagi komunitas Tionghoa lain. Bahkan, banyak tatung yang dibawah binaan Tri Dharma.

Atong, sosok dibalik Yayasan Tri Dharma Bakti Umat Pemangkat. foto Shando Safela

“Kami selalu menjadi panitia kegiatan ibadah saat Imlek setiap tahunnya. Saat perayaan Cap Go Meh pun, kami yang mengkooridinir tatung untuk dapat tampil di Pemangkat,” kata Atong.

Dalam kegiatan harian, yayasan ini turut membantu pendataan pernikahan. Dalam dua tahun terakhir, Yayasan Tri Dharma Pemangkat telah mencatat pemberkatan nikah sebanyak 168 pasang pengantin Tionghoa.

“Kami mendata pernikahan, membantu melakukan pemberkatan nikah. Kami juga mendata kematian kaum Tionghoa di Pemangkat,” tambah Atong.

Kegiatan Yayasan Tri Dharma Bakti Umat Pemangkat berpusat di Vihara Tri Dharma Bumi Raya Pusat Kota Pemangkat. Vihara ini telah berdiri sejak lebih dari 100 tahun silam. Vihara dengan luas kawasan 11000 meter persegi ini, terbagi atas dua vihara. Di bagian atas tepat di lereng Gunung Gajah, terdapat Vihara Dewa Samudera.

Dalam kegiatan sosialnya, yayasan ini kerap mendapat bantuan dari donatur luar daerah. Bukan hanya dari warga perantauan asal Pemangkat, namun dari luar Pemangkat pun turut membantu.

“Kita semua saling membantu, kita juga sering membantu ke luar, imbasnya para donatur juga kerap membantu kita,” tutup sosok Atong yang dikenal dengan jiwa sosialnya yang tinggi ini.**

error: Content is protected !!