Menghakimi Txingurri

BARCELONA,– Ernesto Valverde bak punya banyak nyawa. Buktinya, dia selamat dari pemecatan dalam dua musim pertamanya menjabat entrenador Barcelona. Pertama, setelah dipermalukan AS Roma dalam tragedi “Romantada” pada perempat final Liga Champions 2017 – 2018.

Lalu, semusim sesudahnya status Valverde lagi-lagi digoyang jelang akhir musim setelah disingkirkan Liverpool dari semifinal Liga Champions. La Blaugrana, julukan Barca, dihabisi 4 gol tanpa balas. Tetapi lagi-lagi Barca masih enggan berpaling dari tactician berjuluk Txingurri itu.

Nah, badai itu kembali muncul setelah Lionel Messi dkk mencatat start terburuk La Liga selama 25 tahun, di jornada kelima Minggu lalu (22/9). Baru musim ini sejak 1994 – 1995 klub juara bertahan La Liga itu mengoleksi kurang dari delapan angka setelah menjalani lima laga di awal musim La Liga.

”Kali ini Valverde harus bereaksi,” tulis surat kabar olahraga Sport yang memiliki afiliasi dengan Barca itu kemarin WIB (23/9). Dua jornada La Liga dalam sepekan ini disebut menjadi penghakiman untuk Valverde. Ya, Villarreal yang jadi ujian pertama Valverde di Camp Nou dini hari nanti WIB (siaran langsung beIN Sports 1 pukul 02.00 WIB).

Setelah El Submarino Amarillo atau Si Kapal Selam Kuning, julukan Villarreal, nahkoda 55 tahun itu juga dituntut harus menyudahi tren sulit menang di laga away ketika bertandang ke Estadio Coliseum Alfonso Perez, markas Getafe, akhir pekan ini (28/9). ”Itu (rumor pemecatan) bukan hal yang baru lagi. Tekanan besar sebagai pelatih Barca. Aku tahu aku kini berada dalam posisi ketika hasil jadi patokan,” kata Valverde di Ciutat Esportiva Joan Gamper, markas Barca, tadi malam WIB.

Dilansir Marca, Valverde masih yakin akan mengembalikan Barca ke form terbaiknya di La Liga. Seperti musim lalu setelah dihancurkan di Anfield, Barca unbeaten dalam dua jornada La Liga. ”Jika musim lalu kami bisa kembali setelah menderita, maka musim ini pun kami pasti bisa,” koarnya.

Tetapi, itu tak segampang seperti musim lalu. ESPN melaporkan, pelatih terbaik La Liga 2015 – 2016 itu telah kehilangan kendali ruang ganti. Beberapa pemain senior, termasuk Messi, disebut-sebut sudah tak lagi percaya dengan Valverde. ”Pemain tidak lagi bermain dengan hati,” ungkap salah satu sumber di internal Barca.

Terlepas dari itu musim ini banyak evaluasi dari kepemimpinan Valverde. Di lini serang, sistem tidak berjalan, meski ngotot memboyong Antoine Griezmann dari Atletico Madrid, pada musim panas. Grizi, panggilan akrab Griezmann, baru mengoleksi dua gol dari lima jornada La Liga. Anehnya, hanya dua kali Griezmann dimainkan sebagai winger kiri musim ini. Dia paling sering dimainkan sebagai striker.

Posisinya mulai tergeser dengan bocah 16 tahun Ansu Fati. Di Barca, Griezmann belum klik dengan Luis Suarez.

Kebingungan Valverde pun bisa dilihat dalam pemilihan pemainnya di middle three. Dia dalam enam laga Barca musim ini, termasuk satu laga di Liga Champions, tak pernah memakai komposisi yang sama. Beda dengan enam laga pertama musim lalu yang punya empat variasi di lini tengah.

Trio Sergio Busquets, Philippe Coutinho, dan Ivan Rakitic yang paling sering dipilih. Itu yang tidak pernah terjadi musim ini. Rakitic misalnya, yang harus rela tak diturunkan pada laga melawan Villarreal. Sebagai gantinya, Arthur, Ousmane Dembele atau Carles Alena yang sudah ngantri dimainkan di antara middle three Barca.

Presiden Barca Josep Maria Bartomeu, seperti dilaporkan surat kabar berbasis di Catalan ARA, masih menaruh kepercayaan kepada mantan pelatih Athletic Bilbao itu. ”Dia masih punya ikatan kontrak di sini. Hasil negatif Barca bukanlah kesalahnya semata,” klaim Bartomeu. (ren)

loading...