Menghilangkan Trauma Akibat Kekerasan

Kekerasan pada anak bisa membuatnya trauma. Dan, tak mudah untuk mengatasinya. Tak hanya kekerasan dari teman sebaya, melainkan juga orang dewasa. Jika dibiarkan, berdampak hingga anak dewasa.

Oleh: Ghea Lidyaza Safitri

Kasus penganiayaan seorang ibu terhadap siswi kelas dua SD di Makassar, Sulawesi Selatan pada akhir tahun begitu menuai perhatian. Korban yang baru berusia delapan tahun ini ditampar oleh salah satu orang tua teman kelasnnya. Penamparan dilakukan saat guru tidak berada di dalam kelas, tepat sebelum penerimaan rapor berlangsung.

Aksi penamparan terjadi karena sang pelaku tidak terima korban melukai buah hatinya sewaktu menyapu kelas pada 20 Desember 2019. Menurut penuturan korban, dirinya tidak sengaja melukai anak pelaku. Dari aksi tersebut, korban mengalami trauma dan masih merasakan sakit bekas tamparan pelaku. Bahkan, kini korban kerap melamun dan termenung.

Psikolog Sarah, M.Psi menyatakan setiap anak pasti merasa tak nyaman jika mendapatkan perlakukan kasar, termasuk dari orang tuanya sendiri. Namun, karena pelakunya orang tua kandung dan ada memori kasih sayang yang diberikan, sehingga perlakuan kasar yang diterima (dalam hal wajar, seperti mencubit) akan membaik. Namun, jika perlakuan kasar itu dilakukan oleh orang lain yang tak dikenal dan tak memiliki memori positif (hal-hal menyenangkan), anak menganggapnya sebagai hal menyeramkan. Ancaman yang berupa pukulan termasuk dalam kategori hal yang tidak menyenangkan dan membuatnya merasa tidak aman.

“Bukan hanya saat melihat yang bersangkutan saja, melihat anak yang bersangkutan membuat korban merasa takut. Dia beranggapan  yang bersangkutan (yang memukulnya) mungkin juga berada disekitarnya,” ujar Sarah.

Cara menangani korban kekerasan tak sama pada setiap anak.
“Karena setiap orang walaupun masih anak kecil memiliki kekuatan untuk bangkit dari kondisi yang tidak menyenangkan tersebut,” kata Sarah.

Read Previous

Light Side Or Dark Side?

Read Next

Natal Gabungan KKG Digelar di Alam Terbuka

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *