Menolak Kenaikan Iuran BPJS

ilustrasi

Pendapatan Stagnan

SAMBAS – Meski masih rencana, kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Kesehatan yang direncanakan pemerintah pusat, sudah membuat sejumlah warga di Kabupaten Sambas khawatir. Pasalnya, akan berdampak pada besaran pengeluaran, sementara pendapatan tak juga mengalami penambahan atau stagnan.
Alam misalnya, warga Sambas yang bekerja di perusahaan swasta dengan gaji bulanan tetap, mengkalkulasikan terkait rencana kenaikan iuran BPJS terhadap sumber pendapatannya.

Selama ini, dirinya menanggung tujuh anggota keluarga setiap bulannya untuk fasilitas kesehatan kelas 1. Dimana, setiap bulannya saat ini yang dibayar adalah Rp80 ribu dikalikan 7 orang. Setiap bulan Rp560 ribu hanya untuk iuran BPJS.

Andai dihitung dengan rencana kenaikan, dirinya akan mengeluarkan uang Rp1.120.000 per bulan.
“Setiap bulan, Rp1 juta lebih harus dikeluarkan untuk iuran BPJS. Jika rencana kenaikan iuran BPJS diterapkan pemerintah pusat. Ini hampir separuh dari penghasilannya setiap bulan, jadi untuk keperluan lainnya nanti seperti apa,” katanya.

Jika memang diterapkan, dirinya pun siap-siap akan hijrah ke kelas 3. Meskipun, dari rencana kenaikan untuk kelas mandiri 3.

“Kalau pindah kelas 3 saja, kalau dihitung dengan rencana kenaikan yang disampaikan pemerintah pusat, yakni Rp42 ribu siap bulan per orang yang sebelumnya Rp25 ribu. Itupun sudah cukup lumayan berat.

“Kalau anggota keluarga tujuh, besar juga jadinya, Rp42 ribu dikalikan 7 yakni Rp294 ribu. Sudah lebih mahal dari beras yang 20 kilogram,” katanya.

Warga Sambas lainnya, Heri. Juga keluhkan hal sama. Dirinya pun merasa keberatan, terlebih penghasilannya setiap bulan tak menentu.

“Kalau jadi Rp42 ribu, kami ada tiga orang dirumah, jadi Rp126 ribu per bulan,” katanya. Dirinya pun berharap, rencana kenaikan ini jangan sampai diberlakukan.

Rencana kenaikan iuran BPJS, sudah banyak diketahui masyarakat melalui media cetak. Dimana rencana pemerintah pusat, iuran per orang setiap bulan untuk kelas mandiri 1 awalnya Rp80 ribu rencana kenaikan menjadi Rp160 ribu, kelas mandiri 2 dari Rp59 ribu menjadi RP120 ribu, dan kelas mandiri 3 dari Rp25.500 menjadi Rp42 ribu.

Anggota DPRD Kabupaten Sambas, Tjong Tji Hok SPd MPd alias Bruno menyatakan jika Pemerintah Pusat bersikukuh menaikkan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan . Itu akan menjadi keputusan yang tidak berpijak pada hakekat dari pelayanan kesehatan yang diamanahkan UUD 1945 dan UU tentang kesehatan.

“Kalau benar-benar menaikkan rencana iuran BPJS, itu akan menjadi sebuah keputusan panik dari pemerintah pusat. Sebuah keputusan yang tidak berpijak kepada hakekat dari pelayanan kesehatan yang diamanahkan UUD 1945 dan UU tentang kesehatan,”kata Bruno, Jumat (30/8).

Pemerintah pusat diharapkan tak jadi menaikkan iuran BPJS Kesehatan. Terlebih di situasi dan kondisi perekonomian bangsa seperti sekarang ini. “Apalagi situasi ekonomi bangsa ini, sedang sekarat. Belum lagi beban hidup lainnya, yang juga semakin tinggi,” katanya.

Jangan sampai, rencana ini menjadi sebuah keputusan yang diputuskan tanpa melihat kondisi masyarakat luas.

“Pembuat kebijakan jangan hanya bisa tanda tangani keputusan, tetapi tidak pernah membuat kebijakan,” katanya.
Terlebih, rencana kenaikan tersebut dikarenakan adanya kerugian yang dialami BPJS. “Kalau memang selalu merugi, lebih baik BPJS dibubarkan dan kembalikan seperti jaman dulu yakni adanya Jamkesda. Jadi hanya satu kata, bubarkan BPJS dan kembalikan Jamkesda,” kata Bruno.

Kenapa kembali ke Jamkesda. Bruno melihat pemerintah kabupaten terutama saat masih ada Jamkesda, mampu memberikan pelayanan kesehatan gratis cukup. “Saat masih berlaku Jamkesda, pemerintah di kabupaten mampu memberikan pelayanan kesehatan gratis cukup, dan dengan prosedur yang cukup mudah dirasakan masyarakat, yakni menunjukkan Kartu tanda penduduk. Dan tak perlu rujuk kiri kanan seperti apa yang diterapkan dalam BPJS,” katanya.(fah)

Read Previous

Anggaran Rumah Subsidi Habis

Read Next

Seragam Sekolah Hangus, Ines dan Meti Butuh Bantuan

Tinggalkan Balasan

Most Popular