Menteri Kelautan Perikanan dan Menteri Desa PDTT Kunjungi Mempawah

BANTUAN: Bupati Erlina menerima bantuan dari kemendes -PDTT

Siap Bangun Pembenihan Bibit Ikan Pasar Kawasan Pedesaan Agropolitan Sadaniang Diresmikan

MEMPAWAH – Dua menteri berkunjung ke Kabupaten Mempawah. Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berkunjung pada Kamis, 9 Januari 2020. Sementara, Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (Mendes-PDTT) Drs A Halim Iskandar MPd berkunjung pada Sabtu, 11 Januari 2020.

Kunjungan kerja Edhy Prabowo menjadi berkah bagi Mempawah. Sebab KKP berencana membangun balai pembenihan bibit ikan di Mempawah. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nelayan pembudidaya ikan di Kalimantan Barat.

“Alhamdulillah, Bapak Menteri Edhy Prabowo minta agar kita mempersiapkan lahan untuk pembenihan bibit ikan. Kita langsung merespon dengan menyediakan lahan seluas 10 hektare,” ungkap Erlina di Mempawah.

Erlina mengatakan, lahan seluas 10 hektare yang diproyeksikan untuk lokasi pembenihan bibit ikan itu berada di Kecamatan Toho. Dia menilai, lokasi itu sangat strategis untuk mendukung pembangunan dan pengembangan program pembenihan bibit ikan di Mempawah.

“Kita pilih Toho, karena di sana sudah ada Balai Benih Ikan (BBI). Sehingga, pembenihan bibit ikan ini akan sangat strategis dalam upaya pengembangan BBI tersebut. Agar fungsinya semakin optimal,” pendapat Erlina.

Sebagai langkah awal, Erlina mengatakan, lokasi tersebut telah ditinjau langsung oleh Direktur Prasarana Pembibitan Dirjen KKP RI. Dia berharap peninjauan tersebut membuahkan kebijakan yang positif untuk mendukung program pembenihan bibit di daerah itu.

“Saya belum mendapatkan laporan dari instansi terkait tentang hasil peninjauan tersebut. Mudah-mudahan pihak kementrian cocok dan segera merealisasikan program pembenihan bibit,” harapnya.

Terkait fasilitas pembenihan itu, Erlina menilai sangat penting dan strategis. Sebab, salah satu kendala dan permasalahan yang dihadapi nelayan pembudidaya di Kabupaten Mempawah yakni tidak adanya lokasi pembenihan yang dapat memenuhi kebutuhan bibit ikan untuk para nelayan budidaya.

“Jika nelayan bisa mendapatkan benih bibit ikan yang berkualitas dari wilayah sendiri, maka akan mengurangi biaya kos pengeluaran. Dibandingkan dengan membeli bibit dari luar daerah, harganya mahal dan ada biaya pengiriman,” ujarnya.

Sementara itu, kunjungan kerja Drs A Halim Iskandar MPd dalam rangka meresmikan penggunaan Pasar Kawasan Pedesaan Agropolitan Sadaniang. Politisi PKB ini berharap pasar yang dikelola BUM-Des Bersama itu membangkitkan ekonomi masyarakat Sadaniang.

Kakak kandung Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar itu berpesan agar keberadaan pasar kawasan pedesaan dikelola dengan baik dan maksimal untuk kemajuan perekonomian masyarakat desa.

“Dengan adanya pasar pedesaan ini, maka seluruh produk yang ada di desa dapat dipasarkan dan memiliki nilai jual. Karena itu, saya minta agar keberadaan pasar ini harus dimaksimalkan agar semakin maju dan berkembang dimasa mendatang,” harap Halim.

Halim pun memberikan apresiasi atas realisasi pembangunan pasar kawasan pedesaan yang merupakan kerjasama 6 desa di Kecamatan Sadaniang melalui BUM-Des. Melalui konsep kebersamaan itu, Halim meyakini pasar kawasan pedesaan akan semakin maju dan berkembang dimasa mendatang.

“Semua produk yang ada di 6 desa bisa masuk ke sini (pasar pedesaan). Dan hampir pasti ini (pasar pedesaan) akan berjalan dengan baik, karena dimiliki bersama seluruh desa,” pendapatnya.

Terakhir, Halim meminta agar keberadaan pasar kawasan pedesaan ini disosialisasikan kepada masyarakat luas. Agar, seluruh komponen masyarakat dapat berpartisipasi aktif untuk pengembangan dan kemajuannya dimasa mendatang.

“Tinggal sosialisasinya yang harus ditingkatkan. Keberadaan pasar desa ini harus dimaksimalkan masyarakat yang ada di 6 desa ini. Bahkan, bukan tidak mungkin pengembangan ekonominya bisa menjangkau wilayah kecamatan di sekitarnya,” tukasnya. (*)

loading...