Menteri PUPR Datangi Sintang, Jarot Bahas Soal Infrastruktur

KEDATANGAN: Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Mochamad Basuki Hadimuljono beserta Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus disambut oleh Bupati dan Wakil Bupati Sintang. HUMAS PEMKAB FOR PONTIANAK POST

SINTANG-Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basuki Hadimuljono beserta Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus kunjungi Sintang dalam rangka peresmian beberapa bangunan yang telai usai pengerjaannya, Kamis (13/2).

Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini menegaskan pembangunan infrastruktur masih menjadi perioritas pemerintah di kabinet Indonesia Maju untuk lima tahun ke depan.

Menurut Basuki, pembangunan ini digenjot untuk mengejar ketertinggalan ketersediaan infraatruktur. “Fokus pemerintah saat ini meneruskan pembangunan yang telah dilakukan lima tahun sebelumnya. Semua ini kami lakukan hanya untuk mengejar ketertinggalan insfrastruktur,” ujar Basuki.

Kunjungan Mentri PUPR dan rombongan, bersama dengan Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus untuk meresmikan rumah susun dan asrama yang dibangun dalam rentan waktu dua tahun terkahir. Selain di Sintang, Mentri PUPR dan rombongan meresmikan jembatan gantung Ensilat di Kapuas Hulu.

Menurut Basuki, insfrastruktur penting digenjot untuk konektivitas, khususnya di Kalimantan. “Kami juga sudah membangun PLBN, jalan ke perbatasan, mudah mudahan semua jalan tembus, dan tahun ini sudah teraspal. Sekali lagi itu tadi hanya untuk mengejar ketertinggalan kita, dalam rangka menuju indonesia kebih baik, lebih sejahtera, khususnya di daerah perbatasan,” bebernya.

Sementara itu, Bupati Sintang,Jarot Winarno meminta kepada Mentri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono membangun satu unit rumah susun di Kecamatan Ketungau Tengah. Pertimbangan Jarot, dengan dibangunnya satu unit rusun di sana nantinya, angka putus sekolah yang tinggi bisa ditekan. “Tadi Pak Mentri tanya, ‘mau buat rusun di mana lagi’. Saya jawab, dari data angka putus sekolah tinggi di Ketungau Tengah. Saya sampaikan kita minta satu rusun di Merakai,” ujar Jarot.

Jarot menyebut, berdasarkan data Kecamatan Ketungau Tengah menempati urutan pertama angka putus sekolah yang paling tinggi di antara 13 kecamatan lainnya.

Selain mengusulkan satu unit rusun dibangun di Merakai, Jarot juga mengusulkan ke Mentri Basuki untuk memberikan diskresi pengerjaan ruas jalan Sintang-Semubuk yang dibeberapa titik sering rusak parah. “Ruas Sintang-Semubuk, sungguh pun sekarang masih menjadi ruas provinsi, kita minta diskresi dari mentri supaya ditangani yang biasa kita tengelam di pedandang, indung, semubuk,” jelasnya.

Terakhir, mengenai pembangunan PLBN Sungai Kelik tipe B, Jarot juga berharap Kementrian PUPR mempercepat pembangunannya, termasuk akses jalan dari Simpang Rasau-Sungai Kelik. “Tahun ini jembatan ketungau 3 dibangun. kalau nanti akses border dibuka, tapi akses jalannya belum baik, nanti warga sungai kelik ke balai karangan, bukan ke Sintang.  Kita berharap ruas jalan sepajang 231 kilometer menjadi jalan nasional,” harapnya. (fds)

Read Previous

Panen Beras Sehat di Kembayan

Read Next

Tujuh Pejabat Eselon II Berganti

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *