Menu Mewah Asia Timur, Lezat Tanpa Garam

for her

WAGYU DON

Kuliner Asia Timur seperti Tiongkok dan Jepang punya menu makanan berbahan dasar seafood. Pengolahan mudah dan bumbu pun minim rempah. Kunci rasa terletak pada pemilihan bahan yang tepat.

Di Indonesia, masakan yang nendang harus punya rempah yang komplet. Makin banyak bumbu, makin kaya dan tebal pula rasa yang tersaji. Berbeda halnya dengan menu delicacy Jepang dan Tiongkok. Dalam menu yang dibagikan chef JW Marriott Hotel Surabaya, masakan yang disajikan bahkan tidak menggunakan bawang merah dan putih.

Japanese chef Takashi Murayama berbagi resep bara chirashi combi dan wagyu don. Agar lebih spesial, dia memainkan kombinasi bahan.

“Banyak bahan impor (non-Jepang), tapi pengolahannya tetap otentik,’’ papar Murayama.

Dia menilai, cara masak makanan Jepang cukup simpel. Bumbunya pun tidak sulit. Bahkan, di resepnya, chef yang mahir berbahasa Indonesia itu tidak memakai tambahan garam, gula, maupun lada.

“Rasa manis dan asin diatur lewat pemakaian saus. Yang terpenting, bahannya harus berkualitas bagus,’’ tegasnya.

Murayama menjelaskan, padu padannya juga tidak terlalu rumit. Pada menu bara chirashi yang punya komposisi mirip sushi, ada tambahan gari (acar jahe) dan wasabi. Untuk wagyu don, dia menggunakan daun ohba yang punya rasa pedas segar.

Prinsip serupa muncul di masakan Tiongkok. Dalam olahannya, executive Chinese chef Simon Li hanya memakai soy sauce. Namun, bahan yang digunakan berkualitas premium. Misalnya, sarang burung walet, abalon, dan teripang susu.

“Delicacy di kuliner Tiongkok hampir tidak pakai bumbu karena bahan asalnya sudah enak,’’ ungkapnya.
Untuk mengeluarkan rasa bahan-bahan mewah tersebut, Simon mengandalkan saus tiram dan stock atau kaldu. Dia menyatakan bahwa lama pemasakan juga harus pas.

“Agar teksturnya bagus dan rasanya ’keluar’, abalon harus dimasak empat jam. Kalau haisom (teripang, Red), sekitar 1–2 jam,’’ jelas Simon.

Jika terlalu lama, tekstur bakal alot. Namun, bila kurang matang, masakan akan terasa amis. (*/fam/c14/jan/JP)

Read Previous

Tingkatkan Kepatuhan Pajak, Beri Bimtek pada Himpaudi

Read Next

Menuju CR700

Tinggalkan Balasan

Most Popular