Menuju CR700

Cristiano Ronaldo

Cristiano Ronaldo. (Photo by PEDJA MILOSAVLJEVIC / AFP)

VILNIUS, – “Dia bukan CR7. Melainkan CR700” tulis Record kemarin (11/9). Koran yang berbasis di Lisbon tersebut memberikan julukan baru kepada kapten Portugal Cristiano Ronaldo setelah pemain 34 tahun itu membuat poker ke gawang Lithuania.

Julukan itu lahir hasil kalkulasi gol Ronaldo di level timnas yakni 93 ditambah total gol di empat klub (Sporting Lisbon, Manchester United, Real Madrid, dan Juventus) versi Transfermarkt yang jumlahnya 602.

Dalam matchday keenam kualifikasi Euro 2020 grup B Portugal versus Lithuania di LFF Stadium, Portugal menang 5-1. Empat gol Ronaldo masing-masing tercipta lewat penalti menit ketujuh, lalu menit 62, 65, dan 76. Lantas gelandang Portugal William Carvalho berkontribusi satu gol di ujung laga (90+2′). Sementara satu-satunya gol hiburan Lithuani diciptakan Vytautas Andriuškevi?ius (28′).

Pelatih Portugal Fernando Santos seperti diberitakan A Bola mengatakan poker yang diciptakan Ronaldo menegaskan kalau pemain kelahiran Funchal itu adalah pesepak bola terhebat saat ini. Sebuah testimoni yang sangat kuat dari Santos menjelang pengumuman The Best FIFA Men’s Player 2019 pada 23 September mendatang di Milan. Ronaldo berada di tiga besar kandidat pemain putra terbaik versi FIFA bersama Virgil van Dijk dan Lionel Messi.

“Tak ada stadion di seluruh dunia yang tak bertepuk tangan untuknya karena memang dia (Ronaldo, red.) yang terbaik di dunia. Bagi saya rasanya aneh kalau dalam sebuah pertandingan dia tak mencetak gol,” tutur Santos. “Pengkritiknya pasti langsung menuding era keemasannya habis saat dia gagal mencetak gol, tapi hati-hati dalam berucap karena hari itu belum juga kelihatan sampai saat ini,” tambah eks pelatih timnas Yunani itu.

Santos mengatakan pada babak pertama Portugal terjebak dalam tipikal permainan yang diinginkan tuan rumah. Sehingga skor 1-1 terjadi di babak pertama. Namun memasuki babak kedua, tempo menjadi lebih cepat.

Media Portugal O Jogo menulis poker yang dihasilkan Ronaldo kemarin membuatnya semakin dekat dengan rekor top skor sepanjang sejarah untuk timnas. Penyerang Iran Ali Daei merupakan pemain terproduktif dengan 109 gol. Atau 16 gol lebih banyak dari Ronaldo.

Ronaldo sendiri setelah pertandingan kepada A Bola berucap justru bukan rekornya yang harus disorot. Melainkan pencapaian tim yang bisa tampil konsisten di dua matchday dengan mencetak sembilan gol. Lima lawan Lithuania (11/9) dan empat lagi lawan Serbia (8/9).

“Saya menikmati performa pada pertandingan ini bukan berdasar gol yang saya cetak. Melainkan level permainan tim yang selalu di atas rata-rata dalam beberapa tahun terakhir,” kata Ronaldo.

Bapak empat anak itu membeberkan kemenangan 4-2 melawan Serbia (8/9) di Beograd memberikan konfidensi dobel. Sehingga ketika bertemu tuan rumah Lithuania, Ronaldo merasa lebih rileks.

Nah, kapan Ronaldo akan menyalip rekor Daei ? A Bola mengkalkulasi jika Ronaldo masih bermain sampai setelah Euro 2020 maka defisit 16 gol bisa tertutupi. “Rekor gol Ronaldo di turnamen mayor tak terlalu bagus,” tulis A Bola.

Analisis itu benar. Diantara delapan turnamen mayor yang diikuti (Euro 2004, 2008, 2012, 2016 dan Piala Dunia 2006, 2010, 2014, 2018), Ronaldo bermain 38 laga dan mencetak 16 gol. Jika dirata-rata dihitung koefisien gol per laga Ronaldo adalah 0,42.

Sedangkan di level kualifikasi, baik Euro atau Piala Dunia, Ronaldo bermain 69 laga dan mencetak 55 gol. Koefisien gol per laga Ronaldo di ajang kualifikasi 0,79.

“Kami sudah dekat dengan kelolosan ke Euro 2020. Bulan depan kami memiliki dua laga, satu di kandang serta satu di luar kandang,” ujar Ronaldo. “Menang di salah satu laga bulan depan sudah cukup mengantar kami,” tambah Ronaldo.

Sementara itu, gelandang Portugal Bernardo Silva kepada Record mengatakan bermain bersama Ronaldo memudahkan semuanya. Ronaldo merupakan sosok pekerja keras dan pemimpin di lapangan bagi rekan-rekannya.

“Pergerakan dengan bola atau tanpa bola Cristiano menunjukkan kalau dia memang superstar. Perhatikan saja dimanapun kamu mengirim bola ke area lawan, maka biarkan sisanya dituntaskan oleh Cristiano,” puji Bernardo. Gelandang 24 tahun tersebut menjadi kreator buat dua gol Ronaldo di laga lawan Lithuania.

Bernardo kemudian berkata kalau di babak pertama, timnya melakukan adaptasi atas kondisi lapangan pertandingan yang tak biasa dipakai. Ya, LFF Stadium memakai rumput sintetis sehingga kondisinya agak licin dan bola bergulir cepat.

“Kami bermain kurang bagus di 20 emnit terakhir babak pertama. Namun di babak kedua setelah kami tahu harus seperti apa, maka keran gol tercipta semakin mudah bagi kami,” ujar pemain Manchester City itu. (dra)

Read Previous

Menu Mewah Asia Timur, Lezat Tanpa Garam

Read Next

Bajakah dan Kelestarian Lingkungan Hidup

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *