Menyongsong New Normal, Untan Gelar Webinar

PONTIANAK – Program Studi Matematika, Jurusan Matematika FMIPA Universitas Tanjungpura Pontianak (Untan) mengadakan Webinar Series 2 via Zoom dan siaran langsung youtube, Jumat (12/6).

Kali ini mengusung tema “Pola Persebaran dan Penanggulangan Covid-19 Menuju Era New Normal di Kalimantan Barat. Webinar yang berlangsung sekitar dua jam tersebut dihadiri 570 peserta dari berbagai kalangan.

“New Normal saat ini telah diterapkan pada beberapa daerah di Indonesia, namun belum diterapkan di Kalbar, sehingga muncul pertanyaan mengenai kesiapan Kalbar menyambut era New Normal yang kemudian dibahas dalam webinar ini,” terang Mariatul Kiftiah, Ketua PS Matematika FMIPA Untan.

Webinar menghadirkan tiga pemateri. Sesi pertama diisi dosen Matematika Untan Dr Yundari SSi MSc. Ia menyampaikan materi Analisis Space Time Persebaran Covid-19 di Kalbar, pembahasan analisis persebaran Covid-19 melalui prinsip matematika.

“Secara umum, melihat data saat ini Kalbar belum memungkinkan untuk diterapkan New Normal. Kemungkinan akhir bulan Juni atau awal bulan Juli baru bisa diterapkan. Tergantung pada kedisiplinan masyarakat,” tutur Yundari.

Sesi kedua diisi kepala Laboratorium Mikrobiologi RS Untan dr Delima Fajar Liana SpMK. Ia membahas mengenai penyebaran Covid-19 di era New Normal berdasarkan sudut pandang mikrobiologi klinik.

Usai membahas pola penyebaran Covid-19, webinar sesi ketiga mengangkat pembahasan seputar penanggulangan virus tersebut dengan disajikan informasi tentang penanggulangan dan sikap Jepang dalam menghadapi New Normal oleh mahasiswa S3 Osaka University Tania Avianda Gusman SSi MSc.

Melalui kegiatan webinar ini, diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi bagi akademisi dan menambah wawasan masyarakat terkait persebaran Covid-19 di Kalbar, sehingga membangun kesiapsiagaan diri dan antisipasi masyarakat dari wabah Covid-19.

Sementara itu, jika berkaca dari apa yang telah diterapkan oleh negara Jepang dalam menanggulangi Covid-19. Mariatul berharap penerapan tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun protokol kesehatan menyongsong era New Normal di Kalbar.
“New Normal bukan berarti kita kembali seperti sediakala sebelum adanya Covid-19, melainkan tatanan hidup baru mengikui protokol kesehatan yang ada,” tutup Mariatul. (*)

error: Content is protected !!