Merangkai Bisnis Bunga Plastik; Sasar Luar Kalbar dan Reseller

BUNGA PLASTIK: Karyawan di Bunga Nadhira sedang menata bunga-bunga yang akan dijual. MARSITA RIANDINI/PONTIANAK POST

Bunga hias plastik masih menjadi daya tarik di tengah antusias para pecinta tanaman hidup. Selain cantik, juga tahan lama dan mampu memperindah ruangan menjadi salah alasan bunga plastik tetap menjadi primadona. Peluang bisnis ini ditangkap Julia . Kini sudah dua tahun dia menjalankan usahanya ini.

MARSITA RIANDINI, Pontianak.

IDE berbisnis jualan bunga plastik kian menarik dicoba. Peminatnya cukup banyak. Perawatan bunga lebih gampang dari merawat tanaman hidup menjadi alasan kenapa banyak yang memilih tanaman plastik ini. “Tak perlu ganti tanah, tak perlu disiram. Lebih awet,” kata Julia, Pengusaha Bunga Hias.

Lebih kurang dua tahun, Lia-sapaannya berbisnis bunga plastik. Awalnya hanya puluhan jenis tanaman saja, kini ratusan jenis tanaman tersedia dengan aneka ragam bentuk dan warna. “Alhamdulillah masih lancar. Banyak peminatnya,” kata dia.

Peminat tanaman ini berasal dari berbagai daerah. Bahkan penjualan online bisa menyasar pembeli dari luar Kalbar. “Ada juga pembeli dari luar Kalbar. Cuma kendalanya ongkos kirim yang mahal,” tuturnya.

Dalam sehari rata-rata puluhan bunga laku terjual. Tentu ini tak menentu. Kadang ramai, kadang juga sepi. “Rata-rata sih puluhan bunga per hari. Kadang bisa lebih tergantung permintaan,” ulasnya.

Pangsa pasarnya beragam. Mulai dari ibu rumah tangga, hingga pedagang bunga hias di daerah-daerah. “Rata-rata itu reseller ya. Jadi memang harganya lebih murah. Karena kan mereka ambil banyak,” ungkapnya.

Dalam berbisnis bunga hias, kata dia penataan bunga menjadi modal penting agar menjadi daya tarik. Selain itu juga kecepatan dan kerapian dalam mengirimkan bunga yang dipesan. “Harus rapi dalam packingnya. Jangan sampai bunga rusak tiba di tangan konsumen. Apalagi kan kalau bunga itu untuk dijual kembali, makanya harus rapi,” kata dia.

Kisaran harga bunga yang dijual beragam. Mulai dari belasan hingga ratusan ribu. Bergantung jenis bunga yang diinginkan. “Macam-macam. Ada yang belasan ribu, ada juga yang ratusan,” jelasnya.

Saat ini, bonsai dan anggrek masih menduduki rating tertinggi penjualan. Minat bonsai dari awal memang masih belum surut. “Bonsai paling laris ya. Sejak awal memang permintaan bonsai ini tinggi. Untuk sekarang ini, Anggrek juga jadi primadona. Banyak yang tertarik dengan anggrek latex ini. Walaupun harganya terbilang tinggi dari bunga lain,” tutur dia.

Menurut Lia, inovasi dan kualitas pelayanan sangat diperlukan dalam usaha ini, agar selalu ada yang baru dan menarik minat. “Namanya bisnis naik turun ya. Makanya harus pandai-pandai cari ide apa yang mendukung usaha,” kata dia.

Tak hanya bunga, dia juga menjual rak bunga. Usaha rumahan itu dirintis pelan-pelan bersama sang suami. “Untuk raknya suami saya yang membuat. Ada juga pesan dengan orang lain kalau permintaan banyak,” ungkap dia.

Rak yang dijual juga beragam, ada yang dari kayu ada juga berbahan besi. “Untuk sekarang peminatnya itu dari kayu yang banyak. Harganya juga lebih terjangkau,” pungkasnya. (*)

 

error: Content is protected !!