‘Mereka Ndak akan Nembak, Saya kan Nelayan, Bukan Tentara’

BERSANDAR: Perahu nelayan bersandar di Pangkalan Nelayan Tanjung Kumbik Utara, Kecamatan Pulau Tiga Barat, Natuna, Kamis (09/01). IMAM HUSEIN/JAWAPOS

Di Balik Rencana Pemberangkatan Para Nelayan Pantura ke Natuna

Ratusan kapal dengan ribuan nelayan pantura antusias berangkat ke Natuna asal diberi kemudahan perizinan dan subsidi bahan bakar serta kepastian pembeli. Nelayan setempat menyambut baik rencana ini. Namun, mereka mengingatkan harus ada titik temu terlebih dahulu soal alat tangkap dan wilayah tangkapan.

SAHRUL YUNIZAR, Jakarta-Agus Dwi Prasetyo, Natuna

OMBAK masih tinggi menghantam kapal-kapal yang berlalu-lalang di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia, Natuna Utara. Tingginya 4–5 meter. Belum lagi angin yang bertiup kencang dengan kecepatan 20 knot.

Gambaran kondisi perairan Natuna Utara, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, itu sama sekali tak membuat gentar Riyono. ’’Ada 455 kapal yang sudah siap (berangkat),” kata ketua Aliansi Nelayan Indonesia itu.

Ratusan kapal dengan kru yang bisa mencapai ribuan tersebut merupakan armada nelayan dari pantai utara (pantura) Jawa. Mereka siap diberangkatkan pemerintah ke perairan Natuna Utara yang beberapa waktu belakangan jadi sorotan karena ulah provokatif Tiongkok.

Sejumlah kapal nelayan asal Negeri Panda itu masuk ZEE Indonesia di Natuna Utara dengan dikawal kapal coast guard (pengawal pantai) mereka. Belakangan, kapal-kapal nelayan Tiongkok itu memang sudah keluar dari ZEE Indonesia. Tapi, kapal coast guard masih bercokol di sana.

’’Dari situ kami marah. Kurang ajar ini nelayan China, pakai pukat masuk ke sana dikawal coast guard pula,” ungkap Riyono. Pukat yang dimaksud adalah pukat harimau. Alat tangkap tersebut sudah lama dilarang.

Bersama kawan-kawannya sesama aliansi nelayan, Riyono langsung berembuk, mencari solusi dan menawarkannya kepada pemerintah. Para nelayan pantura, kata Riyono, sudah tidak asing dengan perairan Natuna. Mereka bahkan tidak jarang melaut ke lokasi-lokasi yang letaknya lebih jauh. ”Sampai perbatasan Australia,” ucapnya.

Read Previous

Maut di Kolam Renang Ampera

Read Next

Nasib PPPK Tidak Jelas

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *