Messi Pergi, Bartomeu Dibela

Lionel Messi

Josep Maria Bartomeu telah diperlakukan sebagai “kambing hitam” dan dikritik secara tidak adil di Barcelona, kata mantan presiden Real Madrid Ramon Calderon. Bartomeu saat ini dikecam suporter Barcelona setelah Lionel Messi meminta meninggalkan Camp Nou setelah akhir musim yang sangat mengecewakan bagi raksasa Katalunya itu.

Permintaan Messi ini menyusul kekalahan memalukan 2-8 Barca dalam Liga Champions dari juara Liga Champions Bayern Munchen. Namun, mantan presiden Real Madrid Ramon Calderon menyatakan bersimpati kepada Bartomeu yang posisinya akan diperebutkan dalam sebuah pemilihan Maret 2021.

“Mengisi jabatan ini sangat sulit,” kata Calderon kepada Stats Perform News seperti dikutip Antara dari Goal, Kamis. “Ada begitu banyak kritik, tetapi ketika semuanya berjalan dengan baik, pujian akan mengarah ke pemain dan pelatih. Sudah biasa bahwa presiden menjadi kambing hitam. Saya tidak memiliki informasi (untuk dianalisis dengan benar), tetapi saya pikir Bartomeu adalah presiden yang baik. Dari apa yang saya lihat dan dari apa yang saya ketahui tentangnya, saya pikir dia adalah presiden yang baik.”

Calderon menyebut Bartomeu berusaha memberikan yang terbaik untuk klub. “Apa pun yang dia lakukan atau katakan, saya yakin itu untuk yang terbaik bagi klub yang diwakilinya,” sebutnya.

Sementara itu, Manchester City menawarkan kontrak tiga tahun kepada Lionel Messi menyusul keputusan pemain itu hengkang dari Barcelona, demikian laporan Marca seperti diwartakan laman football-espana.
Laporan yang ditempatkan sebagai headline koran itu edisi hari ini tersebut menyebutkan bahwa City adalah tempat berlabuh paling pantas untuk superstar Argentina itu mengingat hubungan pribadinya dengan Pep Guardiola, selain juga persahabatan Messi dengan Sergio Aguero yang sama-sama dari Argentina.

Marca melaporkan bahwa City akan aktif di bursa transfer jika Messi berstatus bebas transfer dan Guardiola sudah menginisiatif pembicaraan transfer. Inter juga berminat namun Messi tidak tertarik kepada proyek tim Italia ini, sedangkan Paris Saint-Germain menjadi opsi menarik namun mereka sudah berbelanja banyak setelah mendatangkan Neymar, Kylian Mbappe dan Angel Di Maria.
Kemungkinan pindah ke Manchester United dan klub masa kecilnya Newell’s Old Boys sudah ditepis Messi. Media massa Spanyol dan Argentina melaporkan bahwa Messi ingin meninggalkan Barcelona dan ingin mengaktifkan klausul dalam kontraknya yang membuatnya bisa memutuskan kontrak itu.
Sedangkan Paris Saint-Germain terus memonitor dengan cermat situasi di sekitar Lionel Messi, kata sumber-sumber kepada ESPN setelah jimat Barcelona itu mengaku ingin meninggalkan Nou Camp. Memang belum mengajukan tawaran tapi PSG akan langsung aktif memburu pemain ini begitu sang pemain berstatus bebas transfer atau nilainya diturunkan oleh Barcelona.

PSG sudah mengeluarkan gaji gede-gedean untuk Neymar (32 juta euro per tahun) dan Kylian Mbappe (21 juta euro per tahun) sehingga kemungkinan akan menemui kesulitan dalam memenuhi pagu harga Messi yang jauh lebih besar lagi selain kewajiban menghormati aturan Financial Fair Play. Namun sejumlah sumber berkata kepada ESPN bahwa tidak ada yang mustahil bagi PSG.
Sejak pemiliknya dari Qatar mengakuisisi PSG musim panas 2011, mereka selalu bermimpi mendapatkan dua pemain terhebat di dunia saat ini: Cristiano Ronaldo dan Messi.
PSG lebih tertarik Ronaldo namun pemain Portugal ini berulang kali menampik pinangan mereka. Namun manajemen PSG tak pernah memupus impian mendatangkan Messi. Ketika ditanya soal Messi setelah PSG kalah melawan Bayern Muenchen pada final Liga Champions, pelatih PSG Thomas Tuchel menjawab, “Manajer mana yang akan bilang tidak kepada Messi?” (ant)

 

 

error: Content is protected !!