Midji Dorong Beras Lokal Punya Merek

humpro kalbar

DATA: Gubernur Kalbar Sutarmidji saat menghadiri kegiatan ekspose hasil integrasi data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Kalbar di Hotel Ibis, Rabu (11/9). HUMPRO KALBAR FOR PONTIANAK POST

Lahan Pertanian Cukup 250 Ribu Hektare

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengungkapkan, sudah ada perbaikan data mengenai luas lahan pertanian di provinsi ini. Dari hasil integrasi data Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) Provinsi Kalbar yang sudah diverifikasi BPN luas keseluruhan mencapai 217 ribu hektare lebih.

“Lahan pertanian sekarang berdasarkan data dari BPN di lapangan yang sudah diperbaharui, perbaikan data sekarang ada sekitar 217 ribu hektare,” ungkapnya usai menghadiri kegiatan ekspose hasil integrasi data LP2B Kalbar, Rabu (11/9).

Ia menghitung dari luas lahan tersebut, jika dalam setahun ada dua kali panen maka luasnya mencapai sekitar 450 ribu hektare. Semisal satu hektare lahan rata-rata mampu menghasilkan gabah basah sebanyak empat ton, artinya hasil yang didapat sekitar 1,8 juta ton gabah basah. “Itu sudah luar biasa banyak untuk Kalbar,” ucapnya.

Midji sapaan akrabnya mengatakan, ke depan data yang sudah ada ini bakal terus diperbaharui. Mengingat dari data di Dinas Pertanian Kalbar, justru luas lahan pertanian sudah mencapai sekitar 300 ribu hektare. Karena itu, ia menargetkan maksimal luas tanam padi di Kalbar cukup 300 ribuan hektare saja. Bahkan jika hanya mampu 250 ribu hektare juga sudah dianggap baik.

Orang nomor satu di Kalbar itu menghitung, jika 250 ribu hekatre sementara dalam setahun ada dua kali panen, artrinya hasil yang dicapai sekitar 500 ribu hektare. Jika rata-rata gabah basah yang dihasilkan per hektare mencapai empat ton, maka ada sekitar dua juta ton gabah basah.

Jika dikeringkan itu bisa menjadi sekitar 1,5 juta ton gabah kering giling atau sama dengan sekitar satu juta ton beras. Sementara kebutuhan beras di Kalbar hanya sekitar 600 ribu ton. Artinya ada lebih (surplus) sekitar 400 ribu ton.

“Jika industri misalnya mengambil bahan baku berasnya sebesar 20 persen dari total hasil beras tersebut, (Kalbar) tetap masih swasembada. Tidak perlu lagi mendatangkan beras dari luar,” tegasnya.
Hanya saja orang nomor satu di Kalbar itu meminta agar beras lokal tidak dioplos dengan beras merek luar. Beras lokal harus memiliki merek sendiri dan terus dikembangkan. Seperti yang sudah dilakukan oleh Pemkab Landak dan Kubu Raya. Dua daerah ini telah mulai mengembangkan beras merek lokalnya.

“Itu bagus kami akan dorong,” ucapnya.

Selain itu ia juga akan mendorong pengembangan varietas padi unggul di Kalbar. Seperti beras Pemangkat, yakni beras dengan jenis Ringkak Condong saat ini sedang dilakukan pemurnian. “Beras pemangkat itu berapa banyak pun produksinya bisa ditampung di pabrik olahan mi (Singkawang),” pungkasnya.(bar)

Read Previous

Wanita Asal Pontianak Menang Kontes Daihatsu Setia

Read Next

Bupati Siap Pasarkan Makanan Khas Landak

Tinggalkan Balasan

Most Popular