Midji Lantik 13 Pejabat Eselon II

Kadis ESDM Komit Tingkatkan Rasio Elektrifikasi

PONTIANAK-Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji melantik sebanyak 13 pejabat struktural (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar, Senin (29/6). Dalam kesempatan tersebut ada lima Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi sorotan agar bisa lebih baik.

Di antaranya ada Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar), Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral serta Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD).

Untuk kepala Disporapar yang jabatannya kini masih kosong, diharapkan bisa diisi dengan lelang jabtan (open bidding). Midji sapaan akrabnya ingin jabatan tersebut diemban oleh birokrat yang berusia di bawah 50 tahun. “Dalam undang-undang menyebut pemuda itu apa biar di bidang manajemen pun namanya dinas pemuda dan olahraga harus dibawah 50 tahun, kalau perlu 40 tahun biar energik. Kalau sudah 55 tahun apa yang mau dibuat, mau jadi pemuda tempo dulu,” katanya usai pelantikan.

Sementara untuk Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD), ia berharap perbatasan yang ada bisa dikelola dengan baik. Seperti di Badau, Kapuas Hulu menurutnya saat pemerintah Malaysia menjalankan kibijakan lockdown akibat Covid-16, Badau masih bisa mendapat pasokan gula dari Sarawak untuk kebutuhan masyarakat di sana. “Jadi kita kerja sama dengan Sarawak masalah kerjasama gula, biar harga (di perbatasa) stabil. Sehingga masyarakat perbatasan tidak apa-apa (terdampak). Ngapain kita masyarakat dibilang tergantung Malaysia, toh beras juga banyak yang diimpor dari Vietnam, Kamboja dan lainnya. Jadi nilai sesuatu harus komprehensif,” paparnya.

Kemudian untuk BKAD ia meminta agar seluruh aset milik Pemprov Kalbar bisa tertata dengan baik dan dikelola secara transparan. “Siapa yang mendapatkan hibah tapi tidak ada SPJ-nya umumkan saja di media, serta kontraktor yang masalah umumkan saja di media,” tuturnya.

Sementara untuk Dinas Koperasi dan UMKM ia mengatakan kegiatannya jangan hanya menghadiri rapat anggota tahunan koperasi. Namun yang penting adalah bagaimana membuat UMKM yang ada terus berkembang. Lalu untuk Dinas ESDM meski segala perizinan berada di pusat, ia berharap semua ekspor harus tercatat dari Kalbar. Selain itu segala kewajiban perusahaan terhadap daerah Kalbar harus diutamakan. “Kalau tidak kami masih punya cara, jangan sampai saya tutup tidak bisa ini itu baru terasa,” tambahnya.

Pada intinya orang nomor satu di Kalbar itu meminta OPD di lingkungan Pemprov Kalbar terus bekerja dengan sebaik-baiknya. Semua harus memiliki semangat yang sama untuk membangun daerah ini lebih maju dari sebelumnya. Sebagai daerah penghasil CPO terbesar keempat di Indonesia, Kalbar diharapkan memperolah hasil yang setimpal.

“Kalau pelabuhan Kijing sudah jadi semua ekspor (CPO) harus lewat sana. Supaya kita bisa tercatat dan kita bisa mendapatkan bagi hasil pajaknya. Jangan hasil pajaknya orang yang dapat, jalan hancur ke kita. Ini yang harus dipikirkan kepala dinas-dinas itu, jangan pikirkan diri sendiri, tapi pikirkan Kalbar,” pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Syarif Kamaruzaman yang baru saja dilantik mengungkapkan, sesuai amanat gubernur, soal kondisi tambang di Kalbar ke depan harus bisa memberikan kontribusi yang cukup bagi daerah.  Terutama dalam rangka mendukung percepatan pembangunan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kalbar. “Yang tentunya juga karena ESDM ini terkaiat energi dan sumber daya mineral. Khusus energi kita berpacu pada percepatan terkait dengan pemenuhan rasio elektrifikasi, dimana belum semua teraliri listrik,” katanya.

Maka dari itu yang harus juga menjadi perhatian adalah bagaimana listrik bisa menjangkau semua wilayah. Terutama daerah terpencil dan pulau-pulau terluar. “Nah ini juga menjadi perhatian, karena ada solusi terkait dengan teknologi adalah Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang bersifat komunal, sehingga masyarakat bisa diterangi aliran listrik,” harapnya. (bar)

loading...