Midji Sampaikan Inovasi Sekolah Tatap Muka ke Nadiem

RAKOR : Gubernur Kalbar Sutarmidji didampingi Kadisdikbud dan Kadinkes Kalbar mengikuti rakor soal kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 bersama Mendikbud Nadiem Anwar Makarim dan Mendagri Tito Karnavian secara virtual, Rabu (2/9). BIRO ADPIM FOR PONTIANAK POST

Siapkan Masker Berbagai Warna untuk Pelajar

PONTIANAK – Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Sutarmidji mengikuti rapat koordinasi (rakor) soal kebijakan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim dan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian secara virtual di Data Analityc Room (DAR), Rabu (2/9). Dalam kesempatan tersebut disampaikan sejumlah inovasi Kalbar dalam memulai proses pembelajaran di sekolah secara tatap muka.

“Kalbar itu, sebenarnya yang boleh sekolah (tatap muka) itu zona hijau dan kuninig, Pontianak itu zona orange, tiba-tiba berubah orange harusnya dihentikan. Tapi kami evaluasi saja karena nilai rank-nya 240, sebenarnya 240 ini masuk zona kuning, tapi Pontianak masuk zona orange,” ungkapnya kepada awak media usai rakor.

Midji sapaan akrabnya mengatakan salah satu kebijakan pembelajaran di masa pandemi adalah seluruh pelajar wajib menggunakan masker. Dalam hal ini Pemprov memiliki inovasi pemakaian masker kain warna-warni bagi pelajar. Nantinya pelajar akan dibagikan beberapa masker dengan warna yang berbeda-beda. Dengan demikian masker yang digunakan harus berbeda-beda pula setiap harinya.

Ini dilakukan agar, masker yang digunakan benar-benar steril dan selalu diganti. Saat ini masker yang dimaksud tengah dipesan ke para pengrajin yang membuatnya. “Kami siapkan mereka masker yang warnanya nanti akan ditentukan pemakaian hari apa saja, misalnya hari senin warna putih, hari selasa warna hitam, hari rabu warna hitam. Jangan sampai satu masker di pakai selama seminggu, itu justru membahayakan,” ujarnya.

Selain itu, dalam jangka waktu tertentu dirinya akan memerintahkan instansi terkait kembali melakukan rapid test kepada para pelajar yang sudah mengikuti sekolah secara tatap muka. Untuk memastikan tidak terjadinya penularan antar pelajar maupun guru.

“Dalam jangka waktu tertentu dilakukan rapid test bagi siswa dan tes swab bagi guru, supaya kami pastikan tidak ada terjadi kluster baru Covid-19 sebagaimana disampaikan Pak Mendagri dalam vicon tadi,” terangnya.

Sementara untuk dana BOS, dirinya meminta pihak sekolah tidak takut menggunakan anggarannya untuk kepentingan penanggulangan Covid-19. Asal Midji mengingatkan segala sesuatunya harus transparan dan akuntabel. Jangan ada istilah pihak sekolah malah mencari untung.

“Kalau betul-betul dibelanjakan dengan benar demi kepentingan keselamatan anak (dari Covid-19) di sekolah saya akan bela apapun yang terjadi, tapi kalau ada niat tidak baik saya akan marah,” tegasnya.(bar)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!