Midji: Tak Boleh Ada Kerumuman

sutarmidji
Sutarmidji

Jelang Natal dan Tahun Baru

PONTIANAK – Jelang akhir tahun 2020, perkembangan kasus konfirmasi (positif) Covid-19 di Kalimantan Barat (Kalbar) terus menunjukkan peningkatan. Melihat kondisi tersebut, Gubernur Kalbar Sutarmidji menegaskan tidak boleh ada kerumunan selama masa liburan akhir tahun ini.

Semua pihak diminta mematuhi aturan yang ada. Termasuk tempat-tempat yang berpotensi terjadi keramaian seperti kafe dan warung kopi (warkop). Sebab hasil Razia protokol kesehatan (prokes) di tempat-tempat tersebut kerap ditemukan warga dengan kondisi terkonfirmasi atau positif Covid-19.  “Perkembangan Covid-19 di Kalbar saat ini cenderung meningkat, terutama di daerah-daerah yang tidak melakukan tes swab (tes usap). Jika kita tidak taat protokol kesehatan maka akan semakin banyak (kasus),” ungkap Bang Midji sapaannya di fanspage miliknya.

Selain itu Midji mengungkapkan hasil temuan razia prokes di kafe, warkop dan kawasan gedung olahraga rata-rata ditemukan 30 persen lebih warga yang positif Covid-19. “Untuk itu Satgas Covid-19 memutuskan untuk tidak ada keramaian apapun bentuknya di malam pergantian tahun. Yang bandel saya pastikan akan ditindak, mau coba silahkan,” tegasnya.

Seperti di Kota Pontianak yang biasanya berlangsung pesta kembang api di kawasan Jalan Gajah Mada, Taman Alun Kapuas, Taman Digulis dan Kawasan manapun, untuk tahun ini ditiadakan. Jika ada warga yang nekad melanggar siap-siap bakal disanksi. “Pelaku kami isolasi langsung 14 hari di rumah susun (Rusun) Jalan Karet, Rusun Brimob, Upelkes dan BPSDM. Kami harus tegas putus siklus dan atau mata rantai keterjangkitan (Covid-19),” pungkasnya.

Hal serupa diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kalbar Harisson, bahwa berdasarkan beberapa pemeriksaan lab PCR dari hasil razia di kafe dan warkop, sekitar 30-40 persen dari pengunjung ditemukan kasus positif Covid-19. Dengan demikian tentu sangat berisiko terjadinya penularan Covid-19 di tempat-tempat tersebut. “Jika kita datang ke sana, kemungkinan besar kita akan tertular Covid-19 ini,” ujarnya.

Untuk itu ia mengimbau warga atau para pengunjung warkop lebih pintar atau bijak melihat keadaan. Terutama mengenai kondisi tempat yang mereka tuju. Jika memang terlihat padat dan terjadi pembiaran oleh pengelolanya atau tidak memperhatikan protokol kesehatan, sebaiknya tempat-tempat tersebut dihindari.(bar)

error: Content is protected !!