Mikmatnya Me Time dengan Dine Alone

zetizen

HAYO ngaku, apakah kamu termasuk orang yang nggak suka makan sendirian? Malu takut garing dan berpikir makan sendirian merupakan hal yang menakutkan karena tidak ada teman bicara. Well, mulai sekarang kamu harus tepis stigma makan sendiri. Justru sebaliknya, kamu perlu rutin menyempatkan diri untuk pergi keluar, duduk di sebuah restoran dan makan sendirian. Kenapa?

Terkadang kita penat dengan keseharian. Bertemu masalah-masalah yang tiada henti yang menguras tenaga. Saat kamu mulai jenuh mungkin sudah waktunya kamu mengambil sedikit jeda untuk menyisihkan waktu sendirian. Me time menjadi sangat penting untuk meningkatkan kualitas diri.

Menurut psikolog Patricia Elfira Vinny, dine in alone termasuk salah satu cara menghabiskan waktu sendiri yang cocok untuk diterapkan. Sebab saat makan sendirian kamu bisa merasakan suasana yang berbeda yang sulit didapat dari kegiatan lainnya. Dengan begitu, kamu bisa mengembalikan fokus dan pikiran jauh lebih tenang karena kamu sudah dimanjakan dengan mengisi waktu sendirimu untuk makan.

“Makan tanpa adanya orang yang menemani memiliki manfaat yang luar biasa untukmu yang jarang diketahui oleh orang lain, salah satunya membuat kita menyadari bahwa diri kita begitu berharga di tengah keramaian,” cuap psikolog muda yang bekerja di RSJ Sui Bangkong ini.

Saat sendirian kita cenderung lebih membuka diri untuk mengenali diri kita, kekurangan dan kelebihan kita tanpa ada komentar dari sana-sini. Kita juga lebih bisa menguatkan diri sendiri dengan segala pikiran positif yang kita miliki pada saat dine alone.

Perlu diingat lakukan dine alone dalam keadaan hati yang cukup stabil agar tidak menjadikan dine alone sebagai pelarian dari emosi yang dipendam. Saat sendiri kita bisa lebih fokus menyusun strategi menghadapi masalah. So, tujuan positif makan sendirian akan tercapai bukan justru seolah membuat diri sendiri merana meratapi masalah dalam kesendirian ya, guys!

Read Previous

Rp170 Miliar DAK Fisik Gagal Salur

Read Next

Bahaya Pamer Pertengkaran Keluarga di Medsos

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *