Milenial Kurang Taat Lalulintas

biker milenial

PONTIANAK – Polisi di Kalimantan Barat telah mencatat 9.185 pelanggaran selama operasi zebra kapuas berjalan lima hari sejak dimulai pada 23 Oktober 2019. dari jumlah tersebut, sebanyak 8.024 pelanggaran dilakukan tilang dan 1.161 pelanggaran lainnya diberikan teguran.

Sementara Polresta Pontianak mencatat 944 pelanggaran. Sebanyak 714 pelanggaran disanksi tilang dan 230 lainnya diberi teguran. Jumlah itu diperkirakan bertambah hingga operasi zebra selesai pada 5 November 2019.

Kasatlantas Polresta Pontianak, Kompol Syarifah Salbiah mengatakan, ada sepuluh jenis pelanggaran yang menjadi target, yakni penggunaan helmet standar nasional Indonesia (SNI), melawan arus lalu lintas, penggunaan handphone saat berkendara, berkendara di bawah pengaruh alkohol, melebihi batas kecepatan, berkendara di bawah umur, penggunaan lampu strobo, rotator, surat-surat kendaraan, dan penggunaan sabuk pengaman untuk pengguna kendaraan mobil.

Dia menambahkan, jenis kendaraan yang menjadi target untuk diperiksa meliputi sepeda motor, mobil penumpang, bus, mobil muatan barang, dan kendaraan khusus.

“Untuk pelanggaran yang mendominasi saat ini adalah pengguna sepeda motor dengan pelanggaran menyoal penggunaan helm yang masih tidak berstandar SNI, surat menyurat, dan melawan arus. Sementara pelanggaran untuk kendaraan mobil kebanyakan adalah masih banyak pengguna yang tidak menggunakan sabuk pengaman saat berkendara dan juga surat-menyurat yang tidak lengkap,” jelasnya, Senin (28/10).

Sementara untuk kalangan yang banyak melakukan pelanggaran, Salbiah menjelaskan masih didominasi oleh kalangan millenial. Hal itu, kata dia, terlihat dari data yang dirangkum dari seluruh Satlantas yang ada di seluruh Polres yang ada di Kalbar, lebih dari empat ribu pelaku pelanggaran berlalulintas berkisar di usia 16 hingga 30 tahun.

“Rata-rata yang ditindak, kebanyakan berstatus karyawan swasta, pelajar hingga mahasiswa,” paparnya.

Dia juga membeberkan beberapa titik di wilayah hukum Polresta Pontianak yang masih ditemukan banyak pelanggaran lalulintas sampai saat ini, meliputi sekitar Jalan Khatulistiwa, Jalan Ya’ M Sabran, Jalan Komyos Sudarso, Jalan Seruni, Jalan Ampera, Jalan Jeranding, Jalan Arteri Supadio, Jalan Adi Sucipto, dan lainnya.

“Untuk pelanggaran lalulintas di wilayah hukum Polresta Pontianak hingga hari kelima operasi zebra kapuas ini banyak ditemukan di kawasan Jalan Khatulistiwa, Pontianak Utara. Sementara untuk lakalantas itu paling banyak terjadi di Jalan Trans Kalimantan,” sambungnya.

Melihat masih banyaknya pelanggaran lalulintas yang terjadi saat ini, Salbiah mengimbau kepada masyarakat untuk lebih mengutamakan keselamatan dan kelengkapan saat hendak berkendara. Dia juga meminta masyarakat agar tak hanya mematuhi aturan saat ada petugas saja, tapi diterapkan disetiap hendak berkendara

“Tertib jangan dilakukan saat ada operasi saja, bukan begitu maksudnya. tapi tertiblah untuk keamanan diri sendiri saat berkendara. Karena tak bisa dipungkiri, meski tiap tahun pelanggaran lalulintas dan kecelakaan lalulintas terhitung turun, tapi korban fatalitas akibat lakalantas masih tergolong tinggi, baik itu meninggal dunia ataupun luka berat. Maka dari itu, kedepan perlu kesadaran tersendiri dari masyarakat dalam berlalulintas dan bukan sekadar untuk menghindari razia saat operasi saja,” pungkasnya. (sig)

loading...