Milenial Perlu Ambil Peran dalam Pengelolaan Pariwisata

WISATA: Suasana pembukaan Musda VIII Asita Kalbar. Musda ini diharapkan menghasilkan kepengurusan milenial yang peka terhadap perubahan zaman. ARISTONO/PONTIANAK POST

PONTIANAK – Ketua Umum DPP Asosiasi agen perjalanan wisata (Asita) Nunung Rusmiati menyebut bisnis agen travel saat ini sudah sangat jauh berbeda dengan beberapa tahun terakhir. Dia menyebut perubahan radikal ada pada makin massifnya penggunaan teknologi digital yang merontokkan bisnis konvensional. Hal tersebut kian menjadi setelah pandemi Covid-19 melanda, dimana sektor pariwisata menjadi yang paling terimbas.

“Pariwisata menjadi yang paling terdampak, sehingga perlu upaya bersama untuk membangkitkan gairah di sektor ini. Pemerintah sendiri saat ini kami lihat sudah concern untuk membangkitkan pariwisata, melihat komentar dan gebrakan dari Presiden Jokowi dan Menpar Sandiaga Uno,” ujarnya saat pembukaan Musda VIII Asita Kalbar di Hotel Maestro Pontianak, kemarin (9/6).

Terkait massifnya digitalisasi di pariwisata, dimana dia berharap lebih banyak kaum milenial yang ambil bagian dalam pengelolaan sektor ini. Termasuk dalam kepengurusan Asita. Apalagi wisata saat ini juga banyak melibatkan turis milenial.

“Kita memang sangat membutuhkan peran para anak muda di zaman ini. Karena pengetahuan dan keaktivan mereka di dunia digital. Mereka yang lebih akrab dan paham teknologi tentu bisa mengambil langkah tepat. Ditambah energik yang menggebu-gebu,” papar dia.

Dia mencontohkan, dalam Musda Asita Kalbar, dimana lima calon ketua yang akan bersaing masih berusia muda. “Pak Henray (Ketua Asita Kalbar) kami apresiasi  hanya mau maju satu periode untuk regenerasi kepemimpinan,” sambung dia.

Nunung menambahkan bahwa dari sekitar 7000 agen di seluruh Indonesia yang tergabung dalam ASITA, 60 persen masih berjalan secara daring dan 5 persen di antaranya berhenti sama sekali. Di Kalbar sendiri terdapat 129 agen yang tergabung dalam ASITA sehingga kita perlu mempromosikan pariwisata Kalbar.

Menurutnya, Kalbar punya banyak potensi yang bisa digali untuk dibuat paket wisata. Dalam wisata perbatasan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Malaysia berusaha menyediakan paket-paket dan carter-carter pesawat seperti dari Pontianak ke Serawak.  Selain memperjuangkan adanya wisatawan mancanegara datang ke Indonesia, ia juga ingin menyediakan outbond tour, tiket domestik, tiket internasional, kemudian juga paket umroh dan haji.

Ketua Asita Kalbar Nugroho Henray Ekasaputra mengungkapkan hal serupa.  Menurutnya pada masa krisis pariwisata dewasa ini, perlu langkah inovatif terkait penerapan digital. “Kedepannya yang diharapkan dapat dilakukan pemimpin baru ASITA Kalbar yang berasal dari generasi milenial pada pemilihan hari ini,” katanya.

Dia mengatakan bahwa sampai saat ini banyak anggota ASITA yang usahanya berhenti sementara hingga berhenti sama sekali bahkan mengubah bisnisnya demi bertahan di masa pandemi. “Ini yang membuat kita harus bangkit terutama di bidang pariwisata dengan optimis ketika kembali berusaha,” pungkasnya. (ars)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!