Minat Pasar Modal Meningkat, Public Expose Lampaui Target

PONTIANAK – Minat masyarakat terhadap investasi pasar modal kian meningkat. Hal ini tercermin dari melonjaknya peserta Public Expose LIVE 2021 sepanjang pekan lalu dengan terciptanya beberapa pencapaian baru. Pelaksanaan acara yang seluruhnya dilakukan secara virtual ini dihadiri oleh 49.395 peserta daring, melampaui target 44.000 peserta, serta melampaui pencapaian 41.361 peserta daring pada pelaksanaan Public Expose LIVE 2020.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan Hoesen mengapresiasi penyelenggaraan Public Expose LIVE 2021 yang merupakan salah satu rangkaian kegiatan Peringatan 44 Tahun Diaktifkannya Pasar Modal Indonesia. “Kita semua menyadari pandemi Covid-19 belum dapat dipastikan kapan akan berakhir,” ujar dia.

Kata dia, di tengah situasi pandemi Covid19, OJK menyadari tugas dan tanggung jawab direksi serta komisaris perusahaan semakin berat, karena selain dituntut mengeluarkan usaha ekstra dalam mempertahankan kinerja Perusahaan, juga harus menjaga tata kelola yang baik.

Direktur Utama BEI Inarno Djajadi mengungkapkan event ini merupakan momen yang tepat bagi para investor untuk mengenal kondisi keuangan Perusahaan Tercatat, karena belum lama ini Laporan Keuangan tengah tahun telah disampaikan oleh masing – masing Perusahaan Tercatat. Sebagai

komitmen BEI untuk memfasilitasi seluruh masyarakat agar mudah mendapatkan informasi pasar modal terkini, BEI melakukan berbagai transformasi digital.

Selama masa pandemi ini, kata Inarno, seluruh sosialisasi yang dilaksanakan oleh BEI diadakan secara daring, termasuk penyelenggaraan Public Expose di tahun ini. “Dengan demikian, seluruh investor di Indonesia dapat memperoleh kesempatan untuk mendapatkan informasi perkembangan Perusahaan Tercatat secara langsung dari pihak manajemen,” ujar Inarno.

Upaya BEI dalam mengakselerasi transformasi digital di tahun 2019 dan 2020 telah berdampak positif bagi terciptanya tonggak baru pencapaian Pasar Modal Indonesia. Saat ini jumlah investor saham sudah mencapai

lebih dari 2,5 juta Single Investor Identification (SID) dan merupakan buah dari hasil kegiatan edukasi yang gencar dilakukan seluruh stakeholders Pasar Modal Indonesia. “Semoga kemudahan dalam mengakses informasi pasar modal dapat semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat,” ungkap Inarno.

Sementara itu Kepala BEI Kalbar, Taufan Febiola berharap banyak investor Kalbar yang turut dalam kegiatan ini. Terlebih Kalimantan Barat menjadi salah satu provinsi yang peningkatan jumlah investornya signifikan. Hingga semester I-2021 tercatat jumlah investor bursaha efek asal Kalbar hampir menembus angka 40.000. Lanjut dia, angka tersebut, jauh melesat dari jumlah investor tahun lalu. Dimana pada akhir tahun lalu, angka investor Kalbar baru mencapai 26.000 orang. ” Hingga Juni Jumlah Single Investor Identification kita mencapai 3.9158 orang,” ujarnya.

Jumlah investor di Kalbar terbesar datang dari Kota Pontianak dengan 19.027 orang. Kemudian disusul Kabupaten Kubu Raya (3.729 orang) dan Kota Singkawang (3.213). Sedangkan daerah yang paling minim menyumbang investornya adalah Kabupaten Mempawah (214) orang Kayong Utara (299 orang).

Selaras dengan pertumbuhan investor, nilai tranksasi juga bertambah. Data BEI menyebut nilai transaksi tengah tahun pertama tahun ini ditutup dengan angka Rp28,60 Triliun. Angka ini naik dari nominal akhir tahun 2020 yang tembus Rp25,78 triliun. Menurut dia, peningkatan ini disebabkan oleh makin baiknya literasi keuangan, terutama dari kalangan milenial. Selain itu pasar saham juga dinilai menjadi instrumen investasi yang aman. (ars)

error: Content is protected !!
Hubungi Kami!