Minyak Goreng Curah Bakal Dilarang

minyak goreng

BAKAL DILARANG: Migor curah saat ini masih mudah ditemukan di pasar-pasar di Kota Pontianak. Harganya rata-rata dijual Rp10 ribu per liter. SITI/PONTIANAK POST

Penjual : Jangan Setengah-Setengah

PONTIANAK – Kewajiban minyak goreng (migor) berkemasan yang akan diberlakukan pada Januari 2020 mendatang otomatis membuat migor curah dilarang untuk dijual. Kebijakan yang sempat tertunda ini, direspon positif oleh para pedagang. Namun, implementasinya diharapkan jangan setengah-setengah.

Seperti yang diungkapkan Ria (25), pengecer migor curah di Pasar Flamboyan Pontianak. Dia tidak mempermasalahkan bila kebijakan tersebut diberlakukan, asal penerapannya sesuai dengan aturan.

“Aturan ini memang sudah dari dulu mau diberlakukan. Kami ini selama masih ada yang jual (migor curah) dan tidak ada larangan, tetap akan kami jual. Tetapi kalau mau diwajibkan aturan kemasan itu, jangan sampai nanti masih ada yang jual minyak curah,” ungkap dia, saat ditemui di lapaknya, Selasa (8/10).

Aturan ini juga disambut baik oleh kalangan distributor migor curah. Salah satunya adalah Eko. Menurutnya, aturan tersebut tidak membuat khawatir para distributor migor curah, karena jauh sebelumnya aturan tersebut sudah tersebar diberbagai media. Dirinya, saat ini sudah mempersiapkan industri pengemasan migor. “Saat ini, sudah disiapkan lokasi untuk pengemasan minyak goreng curah,” kata dia.

Apalagi tren penjualan migor berkemasan, kata dia, terus meningkat, seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kesehatan, dengan memastikan higienitas produk yang mereka konsumsi. Hanya saja menurutnya, saat ini perhatian pemerintah belum terlihat pada industri pengemasan migor.

“Kami sudah mulai ingin bangun industri pengemasan, tetapi kami ini butuh dukungan dari pemerintah. Minimal bimbingan teknis, atau setidaknya sosialisasi terhadap standarisasi produksi minyak goreng,” kata dia.

Dia berharap, pemerintah tidak abai terhadap pentingnya penyiapan industri yang berkaitan dengan produksi dan pengemasan migor. Aturan yang akan berlaku sekitar dua bulan lagi ini, diharapkan direspon dengan secepatnya, supaya pada saat direalisasikan nanti, tidak terjadi pelanggaran-pelanggaran yang tidak diinginkan.

Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Kota Pontianak, Haryadi S Triwibowo mengungkapkan, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha yang bergerak pada penjualan migor curah di Kota Pontianak.

Dia juga mengklaim, sudah pernah melakukan pembinaan kepada para produsen maupun distributor, supaya mereka siap merealisasikan aturan tersebut. “Kita tetap kerjasama dengan pelaku usaha, kita lakukan sosialisasi, termasuk soal pegemasan. Tentu kita tidak ingin ketika ada kebijakan baru, mereka tidak tahu,” ucap dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, diberlakukannya aturan ini merupakan wujud perlindungan terhadap konsumen. Dengan diwajibkannya migor berkemasan ini, ada kepastian produk yang dikonsumsi konsumen, seperti tanggal berlaku, hingga higienitasnya.

“Kalau minyak curah itu tidak terkontrolol, kita tidak tahu masa berlaku, dan siapa yang memproduksinya. Sedangkan kita ingin semua produk, termasuk minyak goreng itu baik produksinya, ada tanggal berlakunya, serta memenuhi standar,” pungkas dia. (sti)

Read Previous

Penanganan Kependudukan Mesti Dilakukan Serius

Read Next

1000 Kantong Darah Untuk Masyarakat yang Membutuhkan

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *